detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 05 Mar 2021 17:51 WIB

Swiss Open 2021: Ganda Campuran RI Rontok, Ini Evaluasi Pelatih

Mercy Raya - detikSport
Ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas, saat main di Swiss Open 2021. Rinov/Pitha, salah satu ganda campuran Indonesia di Swiss Open 2021. (Foto: Dok. PSSI)
Jakarta -

Perjalanan ganda-ganda campuran Indonesia di Swiss Open 2021 rontok lebih awal dari target yang diharapkan. Salah satu yang paling mencolok ialah pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Unggulan dua itu secara mengejutkan langsung terhenti di babak pertama. Mereka kalah dari ganda 19 dunia Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa 18-21, 10-21.

Kemudian menyusul pasangan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, yang juga harus mengakui keunggulan lawan, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing. Pada babak pertama, Adnan/Mychelle kalah straight game, 13-21, 12-21 dari unggulan lima Malaysia itu.

Disusul Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, harapan yang sempat masih tersisa tapi akhirnya harus angkat koper di babak kedua Swiss Open 2021. Lagi-lagi dikalahkan Rankireddy/Ponnappa dengan skor 18-21, 16-21.

Asisten pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, yang langsung mendampingi tiga pasangan tersebut di Basel, Swiss, mengakui hasil yang ditorehkan atletnya jauh dari harapan. Ia lantas mengungkapkan hasil evaluasi sementara penampilan atlet-atletnya.

"Rinov/Pitha sebenarnya secara main sudah benar tapi saat posisi unggul atau imbang, mereka banyak membuang poin dari servis. Alhasil banyak bola yang tidak seharusnya mati (malah mati sendiri)," kata Nova dalam rilis PBSI.

"Setelah itu mereka langsung blank. Pola permainannya jadi berubah. Terkhusus Rinov belum bisa mengontrol antara ketenangan dan kecepatan kaki. Dia sendiri menyadari hal itu tapi belum bisa mengatasinya," dia menjelaskan.

Sementara untuk Hafiz/Gloria, peraih medali perak Olimpiade 2008 Beijing, mengatakan kekalahan mereka murni karena Hafiz/Gloria tidak bermain baik. "Tidak ada masalah apa-apa, murni karena perfoma mereka di lapangan yang tidak berani melakukan pola permainan seperti yang kami instruksikan," ujarnya.

"Mereka cenderung bermain dengan pola yang membuat musuh lebih enak untuk mendapat poin. Permainan mereka terlalu gampang diantisipasi lawan dan mereka tidak berani berubah."

Bagaimana Adnan/Mychelle yang menghadapi lawan berpengalaman dan unggulan? Meskipun Adnan/Mychelle sejatinya punya kemampuan untuk mengalahkan lawan, tapi mereka dinilai masih kurang yakin dengan diri mereka sendiri di Swiss Open 2021.

"Jadi mereka banyak mati sendiri saat bola mudah. Pasangan ini seperti kurang yakin untuk mengalahkan pemain unggulan. Padahal sebenarnya mereka punya kemampuan," jelas Nova mengenai performa para ganda campuran Indonesia.

Simak juga 'PBSI Evaluasi Hasil Thailand Open hingga BWF World Tour Finals':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com