detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 22 Mar 2021 18:20 WIB

Sesmenpora: Insiden All England Tak Berkaitan dengan Keraguan Vaksinasi

Mercy Raya - detikSport
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto penuhi panggilan KPK. Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dana hibah KONI yang melibatkan Miftahul Ulum. Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, menegaskan bahwa insiden tim Indonesia di All England 2021 bukan soal vaksin COVID-19. (Foto: detikcom/Ari Saputra)
Jakarta -

Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto menyebut tak ada yang meragukan vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Insiden di All England 2021 tak ada kaitan dengan itu.

Hal itu diungkapkan Gatot saat ditanyakan strategi meyakinkan dunia bahwa Indonesia aman dan sudah mampu bersaing di kancah internasional dengan adanya vaksinasi COVID-19? Dalam diskusi 'Bangkitkan Semangat Atlet Melalui Vaksinasi' pada Senin (22/3/2021) melalui Youtube. BWF juga disebutnya tak meragukan itu.

"Pada saat vaksinasi Indonesia awal rencana dicanangkan oleh Presiden RI, Malaysia belum apa-apa. Pada saat atlet divaksinasi pada 26 Februari, Malaysia belum apa-apa. Nah mereka itu merasa, 'loh kok di Indonesia sudah divaksinasi?'" kata Gatot.

Banner All England 2021

"Standarnya vaksin sama, seluruh dunia itu sama. Poin yang kami ingin sampaikan, di mata internasional kami ada satu poin yang menarik," ujarnya.

"Makanya kayak insiden di All England bukan karena vaksinasi diragukan. Bukan masalah itu tapi karena ada regulasi di All England yang mengkaitkan kalau itu berinteraksi satu pesawat dengan penumpang lain dan ternyata ada yang kena COVID-19, itu kena karantina 10 hari. Jadi tak ada hubungan dengan apakah vaksinasinya di Indonesia diragukan."

"Tapi poin yang ingin kami sampaikan adalah BWF sendiri, mengakui bahwa ina sdh bagus, timnya sudah divaksin, masalah kemudian ada kejadian itu, bukan karena ada masalah vaksinasinya," dia menegaskan.

Seperti diketahui, tim bulutangkis Indonesia yang berlaga di All England 2021 sempat dipaksa menjalani karantina mandiri setelah diketahui sepesawat dengan penumpang terpapar COVID-19.

Mereka diwajibkan karantina selama 10 hari dan dipaksa kalah WO dari turnamen bulutangkis tertua di dunia itu.

Padahal, sebelum keberangkatan ke Birmingham, Hendra Setiawan dkk telah menjalani protokol kesehatan yang ketat. Dari mulai tes PCR sebelum terbang, dan telah menjalani vaksinasi COVID-19 sebanyak dua tahap.

Begitupun setibanya di hotel tim. Bahkan sebelum bertanding mereka juga telah dinyatakan seluruhnya negatif COVID-19. Namun, regulasi COVID-19 tetap memaksa mereka untuk menjalani karantina mandiri dan tak bisa lanjut di All England 2021.

Tapi kini tim Merah-Putih kini sudah diperbolehkan pulang lebih cepat menyusul koordinasi antarpihak terkait baik KBRI, Kemenpora, dan Kemenlu.

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com