detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 23 Mar 2021 13:05 WIB

Akun BWF Dapat Ancaman Pembunuhan, Ini Tanggapan Kemenpora

Mercy Raya - detikSport
BIRMINGHAM, ENGLAND - MARCH 17: General view inside the arena as all five courts are seen ahead of day one of YONEX All England Open Badminton Championships at Utilita Arena Birmingham on March 17, 2021 in Birmingham, England. (Photo by Naomi Baker/Getty Images) Akun BWF Dapat Ancaman Pembunuhan, Ini Tanggapan Kemenpora (Getty Images/Naomi Baker)
Jakarta -

Akun resmi Badminton World Federation (BWF) mendapat ancaman pembunuhan diduga berkaitan dengan All England 2021. Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto angkat bicara.

BWF mengunggah salah satu foto pesan dalam story Instagram miliknya, @BWF.offcial. Dalam unggahannya terpampang akun yang tidak diketahui namanya tersebut menuliskan kalimat bernada ancaman.

"Sebagai orang Indonesia kami ingin Anda membuat video maaf tentang insiden tersebut. Jika tidak saya berjanji akan membunuh sebagian dari Anda," salah satu pesan akun yang mengancam BWF tersebut.

BWF (Screenshot)

Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto yang mengetahui itu mengimbau agar warganet tidak terlalu berlebihan merespon kejadian yang terjadi.

"Kalau dari konten bahasanya bisa dipastikan bukan orang asing, tapi kalau kemudian siapa yang mengirim pesan itu, kami mengimbau kepada netizen marah boleh tapi jangan berlebihan," kata Gatot kepada detikSport, Selasa (23/3/2021).

"Kami anggap permohonan maaf ini sudah cukuplah bagi kami di pemerintah. Apalagi sudah minta maaf kepada Presiden RI , Menpora, Menlu, Duta Besar RI, dan suratnya itu sudah to the poin minta maaf, dan berjanji akan jadi pelajaran serius," dia menjelaskan.

"Mereka juga mengakui bahwa Indonesia punya sejarah panjang dengan bulutangkis. Jangan menimbulkan kehebohan lain karena ini kami anggap sudah selesai," dia menegaskanya.

Terlebih, sebut Gatot, Indonesia masih memiliki kepentingan panjang bersama BWF untuk turnamen-turnamen bulutangkis selanjutnya.

"Lalu yang pokok lainnya kita juga punya kepentingan Olimpiade 2032. Itu akan menjadi kontraproduktif. Jadi emosi dan kekecewaan itu sangat wajar tapi kami juga sudah berusaha keras. Selain itu, dalam konvensi internasional kalau sudah itu sudah sah dan resmi. Kita jangan terlalu berlebihan, ini kan terlalu melebih-lebihkanlah," kata Gatot.

Sehubungan dengan akun yang telah mengirimkan pesan ancaman itu, Gatot mengatakan, bisa dilacak untuk mengetahui siapa pengirimnya.

"Itu tidak sulit karena saya sendiri pernah bekerja di lingkungan terkait IT. Kami mengingatkan siapapun yang meng-upload content itu akan ketahuan linknya, URL-nya. Nanti akan ketahuan kapan, di mana itu di upload, tak perlu di dekstop yang permanen, di HP pun bisa. Akan ketahuan jam berapa, detik berapa, nanti ketahuan IPnya siapa," ujarnya.

"Itu tidak sulit, Anda yang mau sembunyi di mana pun akan ketahuan."

Banner All England 2021

Tonton Video: Soal All England, Marcus Gideon Anggap Permohonan Maaf BWF Tak Cukup!

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com