Tantangan untuk Pebulutangkis dengan Sistem Skor 5x11

Mercy Raya - Sport
Minggu, 04 Apr 2021 19:30 WIB
Ini Daftar Pebulutangkis Indonesia yang Didepak dari All England 2021
Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan mengungkap tantangan sistem skor 5x11 di bulutangkis. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

PP PBSI mengusulkan sistem nilai di bulutangkis diubah menjadi 5x11. Para pebulutangkis mengungkap tantangan dengan sistem yang baru itu.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mendukung usulan PP PBSI untuk mengubah sistem skor menjadi 5 x 11. Kebijakan itu dianggap menguntungkan atlet-atlet yang sudah berusia.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bersama Federasi Bulutangkis Maladewa diketahui mengajukan ide untuk membahas kembali terkait perubahan sistem skor pertandingan. Dari semula 3 x 21 menjadi 5 x 11 poin.

Usulan perubahan sistem skor pernah dilontarkan BWF pada Rapat Umum Tahunan 2018 lalu, namun akhirnya banyak yang menolak, termasuk Indonesia.

Kini, usulan itu diterima BWF dan akan dibahas dalam agenda rapat umum tahunan BWF ke-82 pada 22 Mei mendatang secara virtual. Ganda putra ranking dua dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mendukung langkah yang diambil PBSI untuk menerapkan sistem skor baru tersebut.

"Saya secara pribadi sih setuju saja dengan perubahan skor. Kalau sampai diterapkan ini sangat positif karena pertandingan tidak akan terlalu lama dan stamina juga bisa dihemat," kata Hendra dalam rilis PBSI.

"Tantangannya nanti menjadi fokus yang harus siap dari awal, tidak boleh telat panas," ujarnya.

Ahsan mengungkapkan hal senada. Menurutnya, usulan ini sangat bagus apalagi untuk pemain berusia seperti dia dan Hendra. "Kalau menurut saya bagus untuk atlet yang sudah senior karena pastinya permainan jadi cepat dan saya rasa gap sesama pemain lain jadi tidak jauh," kata Ahsan ketika dihubungi detikSport, terpisah.

Ahsan sendiri pernah punya pengalaman menerapkan pola skor 5 x 11. Saat itu, ia berpasangan dengan Rian Agung Saputro pada 2017. "Dari awal memang harus langsung in (panas). Kalau enggak pasti kewalahan walaupun lawan jauh di bawah," dia menjelaskan.

"Apalagi level atas pastinya bisa jadi rata semua kekuatan," Ahsan menegaskan.

Namun, juara All England 2019 ini juga tidak bisa memastikan berapa lama waktu untuk beradaptasi jika skor itu jadi diterapkan kelak. "Saya tidak tahu harus berapa lama. Tapi pasti dari kita akan beradaptasi lagi dari latihan dan programnya karena itu akan berubah juga biasanya," ungkap Ahsan.



Simak Video "The Daddies Gagal ke Final, Netizen Beri Semangat Raih Perunggu"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)