PBSI Ungkap Alasan Cuma Kirim 3 Wakil ke India Open 2021

Mercy Raya - Sport
Senin, 12 Apr 2021 17:40 WIB
Pelatih Putri Bulutangkis Indonesia Rionny Maniaky
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, mengungkap alasan Indonesia cuma mengirim 3 wakil ke India Open 2021. (Foto: Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

PP PBSI hanya mengirim tiga wakil ke turnamen India Open 2021. Kepala bidang Pembinaan Prestasi Rionny Mainaky membeberkan alasannya.

Setelah gagal tampil di All England, PBSI mengalihkan fokus timnya ke turnamen lain menuju Olimpiade Tokyo pada 23 Juli-8 Agustus 2021. India Open yang berlangsung 11-16 Mei di New Delhi salah satunya.

Di ajang level 500 itu, Indonesia hanya menurunkan tiga wakil. Dua dari ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Adnan Maulana/Mychelle Christine Bandaso. Satu lagi dari nomor ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlewi Isfahani.

Jumlah ini relatif sedikit dibandingkan keikutsertaan Indonesia di turnamen-turnamen sebelumnya. Rionny mengatakan punya pertimbangan khusus untuk pengiriman atlet kali ini. Salah satunya mengejar poin Olimpiade.

"Kami memang hanya memfokuskan kepada Hafiz/Gloria untuk tampil di India Open untuk mengejar poin Olimpiade. Dibandingkan dengan pemain lain yang relatif aman, posisi Hafiz/Goria memang masih berisiko tergeser. Jadi mereka harus berjuang di turnamen itu," kata Rionny kepada detikSport, Senin (12/4/2021).

"Sementara untuk Adnan/Mychele bertugas sebagai pendamping dan sparring mereka. Kalau Sabar/Reza itu kan masuk sebagai daftar tunggu," ujarnya.

Seperti diketahui, Hafiz/Gloria saat ini menempati peringkat delapan klasemen road to Tokyo 2020. Posisinya belum sepenuhnya aman dan berpeluang tergeser oleh pasangan lain.

Lebih dari itu, PBSI juga mengkhawatirkan pandemi COVID-19 yang belum juga reda. Sementara itu, masih ada dua kualifikasi Olimpiade lagi dalam waktu yang relatif berdekatan, yaitu Malaysia Open (25-30 Mei) dan Singapore Open (1-6 Juni).

"Ya, kami melihat kondisi anak-anak juga dan naik turunnnya COVID-19 yang bisa dibilang masih mengkhawatirkan. Jadi lebih baik persiapan anak-anak yang sudah aman (lolos Olimpiade) difokuskan ke Malaysia dan Singapura sebagai bahan evaluasi kita juga," jelas eks pelatih Timnas Jepang ini.

Rionny pun berharap turnamen ini bisa menjadi kesempatan Hafiz/Gloria memperbaiki peringkatnya di peringkat kualifikasi Olimpiade. Ia tidak ingin Hafiz/Gloria mendapatkan hasil serupa Swiss Open. Digadang-gadang juara, tapi tersingkir di babak pertama.

"Harapan kami mereka bisa menembus semifinal atau final, yang penting menambah poin sebanyak-banyaknya. seperti Swiss Open kemarin. Jadi semoga mereka bisa lebih fokus," ujar Rionny.

Simak juga 'Move On All England, Greysia Polii Fokus Olimpiade Tokyo':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)