PBSI Maklum Singapore Open Batal, tapi...

Mercy Raya - Sport
Kamis, 13 Mei 2021 15:25 WIB
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky
Kabidbinpres PBSI, Rionny Mainaky, memahami pembatalan Singapore Open 2021. (Foto: dok PBSI)
Jakarta -

PP PBSI menilai wajar keputusan Badminton World Federation (BWF) yang membatalkan Singapore Open 2021, sekalipun merugikan salah satu atletnya.

BWF secara resmi membatalkan turnamen BWF super 500 yang seharusnya bergulir 1-6 Juni mendatang. Kasus pandemi virus Corona yang meningkat secara global menjadi alasan mereka mengambil keputusan tersebut.

Keputusan itu sudah diketahui PBSI. Melalui Kepala bidang Pembinaan Prestasi, Rionny Mainaky, induk federasi bulutangkis nasional itu memberikan responsnya. Seperti apa?

"Setelah turnamen Malaysia Open batal terselenggara, dari awal saya memprediksi Singapura juga akan batal, karena pandemi COVID-19. Apalagi melihat aturan pemerintah Singapura dan protokol kesehatannya yang ketat, sangat tidak memungkinkan bagi atlet untuk bisa tampil maksimal," kata Rionny dalam keterangan tertulisnya.

"Jadi saya kira wajar saja kalau BWF akhirnya membatalkannya. Pembatalan itu juga keputusan yang tepat walau sangat merugikan bagi pemain kita, terutama Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang tengah berjuang lolos Olimpiade Tokyo," dia menambahkan.

Bagaimanapun, Hafiz/Gloria saat ini berada di peringkat sembilan dalam daftar kualifikasi Olimpiade. Berdasarkan regulasi (BWF), setiap negara bisa mengirimkan dua wakil jika kedua pasangan berada di top 8.

Sedangkan, Singapore Open 2021 menjadi satu-satunya turnamen untuk bisa menyodok kembali peringkat mereka masuk ke delapan besar. Dengan catatan, hasil pertandingan mereka juga bagus.

"Sementara bagi atlet kita yang lain tidak ada ajang pemanasan sebelum tampil di Olimpiade nanti," ujar Rionny.

Pelatih ganda campuran Richard Mainaky, juga mengungkapkan kekecewaannya. Dia menyayangkan karena atletnya tengah berjuang untuk lolos.

"Saya sangat menyayangkan karena dengan batalnya turnamen ini cukup merugikan posisi Hafiz/Gloria yang tengah berjuang mengamankan ranking untuk bisa tampil Olimpiade," katanya.

Selain Singapore Open, sebelumnya Malaysia Open, India Open, German Open, dan Kejuaraan Asia juga mengalami penundaan lantaran wabah COVID-19. Seluruh turnamen tersebut merupakan kualifikasi untuk menambah poin Olimpiade 23 Juli-8 Agustus 2021.



Simak Video "Tim Indonesia Didepak dari All England, Menpora: BWF Diskriminatif!"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)