Richard Mainaky Serahkan Nasib Hafiz/Gloria ke PBSI dan BAC

Mercy Raya - Sport
Selasa, 25 Mei 2021 15:55 WIB
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (dok. Humas PBSI)
Jakarta -

Pelatih ganda campuran Richard Mainaky masih berharap bisa meloloskan dua pasang atletnya ke Olimpiade Tokyo. Dia menunggu hasil keputusan PBSI dan Badminton Asia Confederation (BAC).

Diketahui, menukil ranking kualifikasi di laman BWF, Indonesia telah memastikan tujuh wakil atau 11 pebulutangkis ke Olimpiade 23 Juli-8 Agustus 2021.

Jumlah itu terdiri dari tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Mereka lolos karena masuk dalam daftar peringkat 16 besar kualifikasi Olimpiade untuk nomor tunggal dan 8 besar nomor ganda. Satu-satunya wakil yang gagal lolos ialah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Pasangan ini tergeser ke peringkat sembilan usai BWF memasukkan poin Kejuaraan Eropa dalam perhitungan poin Olimpiade. Alhasil, Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris) yang meraih runner up di kejuaraan tersebut berhasil naik ke peringkat delapan.

Posisi Hafiz/Gloria kian terpuruk setelah sejumlah turnamen kualifikasi, yang merupakan kesempatan terakhir perbaiki peringkat, dibatalkan imbas pandemi COVID-19.

"Ya, itu serahkan saya kepada PBSI dan BAC (soal Hafiz/Gloria), yang penting kami sudah membuat satu action, tinggal sekarang kelanjutannya bagaimana? PBSI dan BAC-nya seperti apa (kepada BWF)?" kata Richard kepada detikSport, Selasa (25/5/2021).

"Yang dituntut itu keadilan karena turnamen-turnamen Asia kan batal semua. Mulai Kejuaraan Asia, dan India Open, Malaysia Open, dan Singapore Open batal, maka otomatis peluang Hafiz/Gloria tak ada lagi," dia menjelaskan.

"Sedangkan di zona Eropa masih ada dan dihitung lagi poinnya. Seharusnya tidak perlu supaya adil. Jadi kami posisinya menunggu seperti apa," dia menjelaskan.

Sehubungan itu, Richard menyebut pihaknya masih berekspetasi Hafiz/Gloria tetap bisa lolos Olimpiade. Sebab, jika menilik pemain-pemain Eropa itu diuntungkan dari pembatalan-pembatalan turnamen Asia dan bukan dari hasil pertandingan.

"Seperti hasil Ellis/Smith juga hasil-hasilnya tidak bagus dan prestasi tak terlalu, jadi harusnya mereka (BWF) bisa menimbang-nimbang. Sebab, sekalipun Ellis/Smith tidak masuk 8 besar pun tetap lolos karena mereka punya jatah (negara)," ungkap dia.

"Jadi sebenarnya ini masalah mudah tapi kenapa harus dipersulit atau mempersulit Indonesia. Jadi sampai sekarang kami masih menunggu hasilnya seperti apa (apakah Hafiz/Gloria bisa tetap masuk Olimpiade)," tukasnya.

Tonton juga Video: Sukses Bungkam Ganda Jerman, Hafiz/Gloria Punya Kans Lolos

[Gambas:Video 20detik]




(mcy/aff)