Kualifikasi Olimpiade Tak Ada Lagi, Bagaimana Nasib Hafiz/Gloria?

Mercy Raya - Sport
Jumat, 28 Mei 2021 18:10 WIB
Wakil ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja raih kemenangan usai tundukkan ganda campuran Denmark di Blibli Indonesia Open 2018.
Gloria Emanuelle Widjaja, pasangan Hafiz Faizal di nomor ganda campuran. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badminton World Federation (BWF) memastikan tidak ada lagi turnamen kualifikasi Olimpiade Tokyo yang akan digelar. Peringkat race to Tokyo pun takkan berubah.

Kabar itu disampaikan Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund dalam laman resminya, yang menyatakan proses kualifikasi Olimpiade ditutup karena tidak ada peluang tambahan bagi pemain untuk mendapatkan poin.

"Namun, kami masih perlu menerima konfirmasi dari Komite Olimpiade Nasional (NOC) dan Asosiasi Anggota, diikuti dengan kemungkinan adanya realokasi. Dan ini akan memakan waktu beberapa pekan untuk menyelesaikannya," kata Lund.

Diketahui, penutupan Olimpiade Tokyo ini juga ditengarai sebagai imbas pembatalan sejumlah turnamen, di antaranya Malaysia Open dan Singapore Open 2021, yang merupakan dua kejuaraan terakhir yang masuk perhitungan poin multievent empat tahunan tersebut.

Seharusnya dua turnamen itu dilangsungkan pada akhir Mei ini dan awal Juni mendatang. Tapi pandemi COVID-19 di dua negara tersebut membuat penyelenggaraannya dibatalkan. Bahkan, khusus Singapore Open tidak akan ada pergantian waktu.

Keputusan BWF secara otomatis membuat Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja semakin tak memiliki harapan untuk tampil di pesta olahraga multicabang yang rencananya dihelat 23 Juli-8 Agustus 2021 itu. Hafiz/Gloria berada di peringkat sembilan kualifikasi Olimpiade Tokyo.

Untuk nomor ganda sebenarnya bisa meloloskan dua pasangan, andaikan keduanya masuk dalam delapan besar ranking kualifikasi, dan 16 besar untuk nomor tunggal.

"Jika seharusnya seperti itu, kita harus terima, lapang dada dan legowo, tapi saya sebagai pelatih sangat menyayangkan, jika ini tak bisa diperjuangkan," kata Richard kepada detikSport, Jumat (28/5/2021).

Terlebih, menurut kakak kandung dari Rionny Mainaky dan Rexy Mainaky ini, tim pelatih sudah berupaya agar Hafiz/Gloria bisa diperjuangkan pada rapat internal sebelumnya dengan PBSI.

"Ya, sebenarnya sudah saya sampaikan rapat dengan PBSI, dan semua saya serahkan PBSI dan BAC (Badminton Asia Confederation) tapi saya tidak tahu sampai mana tindak lanjutnya. Jika secara resmi sudah begitu (ditutup kualifikasinya), ya kami belum dapat informasi resmi dari PBSI," ujarnya.

"Tapi saya sebagai pelatih, jika benar itu terjadi sangat disayangkan, walau sudah ada satu lolos, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, tapi kami sudah persiapkan tenaga semua, jika satu pasangan lainnya tidak lolos karena hal ini (persoalan poin), capeknya terasa sekali," sesal Richard.

(mcy/krs)