Tentang Jonatan Christie & Anthony yang Tanpa Turnamen Jelang Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 05 Jun 2021 19:20 WIB
Jonatan Christie, bersiap menghadapi Olimpiade 2020 di 2021.
Foto: Dok. PBSI
Jakarta -

Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting sudah tidak punya agenda turnamen pemanasan menjelang Olimpiade Tokyo. Bagaimana menyiasatinya?

Kondisi itu dipastikan setelah Malaysia Open dan Singapore Open 2021 dibatalkan. Selain itu, BWF juga secara resmi telah menutup turnamen yang menjadi kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo, meskipun secara resmi kualifikasi baru akan berakhir 15 Juni.

Dengan hal tersebut, Jonatan Christie dkk sudah dipastikan kekurangan jam bertanding. Sejauh ini, mereka baru tampil di tiga turnamen saja di tahun ini.

Untuk menyiasatinya Pelatih tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra, pun menurunkan pemainnya ikut di simulasi pertandingan di Pelatnas PBSI, Cipayung, 18-19 Juni, selain juga teknik lain dalam latihan.

"Kalau untuk masalah sudah tidak lama bertanding memang akhirnya kami menyiasati dengan konteks pola latihannya saja. Kami coba samakan seperti pertandingan nanti. Selain itu, dari simulasi juga bisa dilihat kondisi para pemain seperti apa dan dampaknya bagaimana," kata Hendry dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/6/2021).

"Masih ada dua bulan ke depan, kami harus siap dengan keadaan apapun. Jadi bagaimana kami merancang dan mengatur agar nanti bila sudah tiba di sana kondisinya sudah maksimal," dia menambahkan.

Di sisi lain, PBSI secara khusus juga sudah menjadwalkan atlet proyeksi Olimpiade training camp di Kumamoto, Jepang. Tujuannya untuk adaptasi dan aklimatisasi dengan kondisi di Negeri Matahari Terbit itu.

"PBSI sudah memiliki berbagai agenda dan program. Di antaranya pemusatan latihan dan karantina di pelatnas, atau kami sebutnya Training Camp (TC) di Prefektur Kumamoto," kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi Rionny Mainaky, waktu lalu.

"TC akan dilakukan selama dua sampai tiga minggu, seperti menggelar pertandingan pemanasan, dan pemusatan latihan sebelum penyelenggaraan Olimpiade," ujarnya.

Olimpiade akan dilangsungkan di Tokyo pada 23 Juli sampai 8 Agustus. Bulutangkis Indonesia hanya meloloskan tujuh wakil atau 11 pebulutangkis ke multievent terbesar empat tahunan tersebut.

Selain Jonatan dan Anthony, Merah-Putih juga menurunkan tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, dua ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Simak juga video 'Daftar Sementara Atlet RI yang Bakal Berjuang di Olimpiade Tokyo':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)