Olimpiade Kian Dekat, Pebulutangkis Indonesia Jangan Sampai Sakit

Mercy Raya - Sport
Senin, 14 Jun 2021 18:10 WIB
Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani
CdM Indonesia di Olimpiade Tokyo, Rosan P Roeslani, meminta pebulutangkis Indonesia jangan sampai sakit menjelang Olimpiade 2020. (Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik)
Jakarta -

Menjelang Olimpiade Tokyo 2020, atlet bulutangkis Indonesia harus menjaga imunitas tubuhnya. Mereka diminta jangan pergi-pergi jika tidak perlu sekali.

Olimpiade dihelat di Tokyo mulai 23 Juli sampai 8 Agustus. Di perhelatan itu, Indonesia sudah meloloskan 23 atletnya dari atletik (1 atlet), bulutangkis (11) , surfing (1), angkat besi (5), rowing (2), panahan (2), dari menembak (1).

Waktu yang menyisakan 38 hari sebelum multievent empat tahunan itu digelar, memaksa induk cabor untuk pandai-pandai menerapkan protokol kesehatan untuk para atlet, pelatih, serta ofisialnya.

Chef de Mission Indonesia di Olimpiade, Rosan P. Roeslani, yang menekankan imbauan tersebut.

"Kalau saya lebih melihat protokol kesehatan yang harus kita ingatkan dan prioritaskan (jelang Olimpiade ini). Sebab, sekarang kasus meningkat lagi, baik di Jakarta dan beberapa kota lainnya. Itu yang harus kita jaga," kata Rosan kepada pewarta, Senin (14/6/2021).

"Jangan sampai persiapan sudah baik dan matang, pas hari-H ada atlet yang terkena saat mau bertanding. Itu akan menjadi masalah cukup besar," ujarnya.

"Makanya saya mengingatkan selalu terutama kepada atlet-atlet kita dan ofisial, protokol kesehatan jalankan secara ketat," kata dia menambahkan.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) juga mengungkapkan dirinya baru saja melakukan rapat dengan Menteri Kesehatan terkait masalah pandemi Corona.

"Saya kebetulan Jumat kemarin baru meeting dengan Pak Menkes, kenaikan diperkirakan pekan ini akan meningkat, terutama di Jakarta. Oleh sebab itu, marilah jika tidak perlu-perlu pergi apalagi itu atlet atau ofisial yang akan berangkat, saya tekankan sekali lagi jalankan protokol kesehatan sangat-sangat ketat," dia menegaskan.

Tidak hanya persiapan prokes yang wajib ketat sebelum bertolak ke Tokyo untuk berlaga di Olimpiade. Rosan juga menekankan selama di Jepang, kontingen Indonesia, termasuk pebulutangkis, juga akan diterapkan aturan yang super ketat.

"Semua atlet yang berada di wisma atlet tidak bisa keluar masuk, tidak boleh pakai kendaraan umum, sesudah bertanding harus langsung pulang dua hari kemudian. Makanya, ini terkait protokol kesehatan di sana, kami update terus menerus dan itu harus kami sosialisasikan juga kepada kontingen yang berangkat bahwa protokol yang ada harus dipatuhi," ujarnya.



Simak Video "Indonesia Kejar Target Peringkat 40 Besar di Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)