Praveen/Melati Lupakan Kekalahan, Siap Mati-Matian di Perempatfinal

Mercy Raya - Sport
Senin, 26 Jul 2021 15:17 WIB
Indonesias Praveen Jordan, right, and Melati Oktavianti play against Australias Leung Simon Wing Hang and Gronya Somerville during their mixed doubles badminton matchat the 2020 Summer Olympics, Saturday, July 24, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Dita Alangkara)
Praveen/Melati di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: AP/Dita Alangkara)
Jakarta -

Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berusaha melupakan kekalahan di fase grup Olimpiade Tokyo 2020. Mereka fokus penuh ke babak perempatfinal dan siap tampil mati-matian.

Praveen/Melati lolos ke delapan besar usai menjadi runner up di fase grup C setelah kalah dalam partai yang berlangsung Senin (26/7/2021). Mereka gagal mengatasi pasangan Yuta Watanabe/Arisa Higashino di laga ketiga, yang berlangsung di Musashino Forest Plaza.

Juara All England 2020 itu kalah dua gim langsung dengan skor 13-21, 10-21. Praveen mengatakan kekalahan mereka tak lepas dari kondisi tekanan yang mereka dapatkan sejak awal pertandingan.

"Hari ini permainan kami tidak bergitu bagus. Kami berada di bawah tekanan sejak awal," kata Praveen dalam rilis PBSI.

Sementara itu, pelatih ganda campuran Nova Widianto enggan mengomentari penampilan atletnya di fase grup Olimpiade Tokyo 2020. Saat ini, ia berfokus pada laga yang akan dihadapi Praveen/Melati berikutnya.

Undian perempatfinal ganda campuran akan berlangsung malam ini pukul 21.00 waktu Tokyo atau pukul 19.00 WIB. Sedangkan pertandingan delapan besar dijadwalkan berlangsung Rabu (28/7).

Mereka berpeluang bertemu penghuni juara Grup A asal China Zheng Siwei/Huang Ya Qiong, juara grup B Marcus Ellis/Lauren Smith dari Inggris, atau juara grup D Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China).

"Saya hanya berharap mereka (Praveen/Melati) bisa tampil mati-matian buat Indonesia siapapun nanti lawannya di delapan besar. Tunjukkan semangat dan daya juang mereka," kata Nova yang turut mendampingi atletnya di Tokyo.

Nova, yang juga pernah meraih perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Liliyana Natsir, juga berharap atletnya bisa lekas melupakan kekalahan dan memperbaiki masalah nonteknis pada partai berikutnya Olimpiade Tokyo 2020.

"Lupakan kekalahan hari ini atau penampilan mereka di fase grup dan berjuangkan habis-habisan di delapan besar dan rebut tiket semifinal," tuturnya.

"Ini Olimpiade empat tahun sekali. Bahkan kali ini karena pandemi malah lima tahun penampilannya. Jangan kalah cuma karena masalah nonteknis. Lawan juga ada takutnya kalau mereka bisa main normal," ujar Nova.

(mcy/krs)