Permintaan Maaf Praveen/Melati Usai Tersingkir di Olimpiade Tokyo

Mercy Raya - Sport
Rabu, 28 Jul 2021 14:44 WIB
Indonesias Melati Daeva Oktavianti (L) and Indonesias Praveen Jordan watch the shuttlecock during their mixed doubles badminton quarter final match against Chinas Zheng Siwei and Chinas Huang Yaqiong during the Tokyo 2020 Olympic Games at the Musashino Forest Sports Plaza in Tokyo on July 28, 2021. (Photo by Alexander NEMENOV / AFP)
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti meminta maaf usai tak maksimal di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: AFP/Alexander Nemenov)
Jakarta -

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti meminta maaf setelah terhenti di perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020. Mereka mengaku tampil tak memuaskan.

Praveen/Melati terhenti usai dikalahkan pasangan nomor satu dunia asal China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong. Bertanding di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Rabu (28/7) pagi, juara All England 2020 itu menyerah dua gim 17-21, 15-21 dalam tempo 35 menit.

"Pertama kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik," ujar Melati dalam keterangan tertulisnya.

"Kami sudah mencoba tapi hasilnya kurang memuaskan. Kami juga merasa kami tampil cukup baik hari ini dibanding dua hari lalu. Tetapi mereka (Zheng/Huang) memang jauh lebih baik," dia menambahkan.

Pasangan peringkat 4 dunia ini juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang terus diberikan kepada mereka selama di Olimpiade Tokyo 2020. "Terima kasih untuk semua yang sudah selalu dukung dan mendoakan. Ke depan kami akan berusaha untuk lebih baik," ujar Melati.

Sementara itu, pelatih ganda campuran Nova Widianto, yang mendampingi Praveen/Melati di Tokyo mengatakan bahwa Praveen/Melati sejatinya sudah bermain lebih baik dari fase grup. Hanya saja lawan memang bermain lebih bagus.

"Kalau dari segi permainan dan gregetnya sudah bagus dibanding di fase grup lalu, sampai terakhir mereka juga tidak menyerah. Tapi kita harus akui lawan hari ini main lebih bagus, kita kalah cepat terutama di permainan depan," kata Nova.

Kekalahan ini memupus harapan ganda campuran Indonesia untuk mempertahankan medali emas Olimpiade yang diraih di Rio de Janeiro 2016. Kala itu, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses meraih medali emas pada ajang prestisius empat tahunan ini.

Kekecewaan jelas menyelimuti Praveen/Melati usai tersingkir dari Olimpiade Tokyo 2020. Tetapi Nova menegaskan bahwa kekalahan ini adalah tanggung jawabnya. "Kecewa pasti karena mereka ditarget meraih medali, tapi saya melihat mereka sudah maksimal hari ini. Apapun hasilnya saya berterima kasih karena mereka sudah berjuang," tutur Nova.

"Kekalahan ini tetap tanggung jawab saya sebagai pelatih, ini menjadi introspeksi saya dan tim pelatih ganda campuran," ujarnya.

Simak video 'Olimpiade Tokyo 2020: Praveen/Melati Kandas di Perempatfinal':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)