Rionny Mainaky: Puji Tuhan Target PBSI Pertahankan Emas Tercapai

Mercy Raya - Sport
Selasa, 03 Agu 2021 19:30 WIB
CHOFU, JAPAN - AUGUST 02: Greysia Polii(right) and Apriyani Rahayu of Team Indonesia celebrate as they win against Chen Qing Chen and Jia Yi Fan of Team China during the Women’s Doubles Gold Medal match on day ten of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on August 02, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Richard Heathcote/Getty Images)
PBSI bersyikur target di Olimpiade Tokyo 2020 terpenuhi. (Foto: Getty Images/Richard Heathcote)
Jakarta -

PP PBSI bersyukur target mempertahankan medali emas di Olimpiade akhirnya tercapai. Secara khusus, ucapan terima kasih untuk Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Bulutangkis Indonesia secara keseluruhan menghasilkan satu medali emas dan medali perunggu. Dua medali itu direbut ganda putri Greysia/Apriyani dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.

Catatan tinta emas itu pun sekaligus pemecah kebuntuan setelah andalan-andalan bulutangkis Indonesia, terutama sektor ganda putra dan ganda campuran, gagal mewujudkan target. Kedua sektor itu sebelumnya diharapkan bisa menyumbang medali emas untuk Indonesia.

"Puji Tuhan target kami mempertahankan medali emas tercapai. Juga dapat satu medali perunggu," ucap Rionny dalam keterangan tertulisnya.

"Ini berkat seluruh doa dan dukungan masyarakat Indonesia juga semua pihak di PBSI yang sudah melayani para atlet dan pelatih dengan sangat baik jadi mereka bisa berlatih dengan maksimal. Dengan itu saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar," lanjutnya.

Rionny sekaligus menekankan keberhasilan ini merupakan jawaban dari doa-doa yang terus mereka panjatkan.

"Saya setiap hari meminta tim untuk tidak lepas dari berdoa. Serahkan semua pada Tuhan. Jangan sekalipun melepaskan keyakinan pada Tuhan," ungkap Rionny.

"Hal inilah yang membuat saya dan tim terus memelihara keyakinan akan suatu keberhasilan. Semua keraguan-keraguan itu saya tepis, jangan sampaip terbersit walau hanya sedikit. Saya sempat khawatir juga ketika pemain-pemain yang kita andalkan terhenti tapi ketika saya melihat Greysia/Apriyani dan pelatih Eng Hian, baik di dalam maupun di luar lapangan, saya kembali tenang dan punya keyakinan mereka bisa menang," jelas adik dari Richard Mainaky itu.

Menyaksikan secara langsung laga final di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, pada hari Senin (2/8) kemarin, Rionny mengatakan sempat mengalami tegang. Sebab, Greysia/Apriyani menjadi satu-satunya wakil Merah-Putih di laga final sehingga reputasi bulutangkis Indonesia benar-benar dipertaruhkan di laga tersebut.

"Saya sempat tegang, wajar sebagai manusia biasa. Tapi kembali lagi, doa benar-benar menguatkan saya," kata Rionny.

"Saya sempat melihat pemanasan mereka, keduanya tampak tegang terutama Apri. Saat masuk lapangan, saya lihat mereka main tenang, akhirnya saya bisa ikut tenang," kata Rionny lagi.

Walau berhasil mencapai target tapi menurut Rionny, masih banyak evaluasi yang harus dilakukan.

"Kami akan melakukan evaluasi setelah ini. Kalau dilihat pemain-pemain andalan ada yang tampil kurang maksimal. Saya paham sekali, ini karena beban dan tekanan yang tidak bisa mereka handle. Ke depan kami akan mencari cara untuk bisa mengatasi hal-hal tersebut," Rionny menjelaskan.

"Fisik juga menjadi PR penting yang harus dibenahi. Selain kami terus mempersiapkan pemain-pemain muda untuk kepentingan regenerasi," katanya.

Tonton juga Video: Tangis Keluarga Apriyani Rahayu Saat Ganda Putri Raih Emas Olimpiade

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)