Senyum Greysia Polii Saat Tanding Terinspirasi Eks Pebulutangkis China

Muhammad Robbani - Sport
Jumat, 06 Agu 2021 14:55 WIB
CHOFU, JAPAN - AUGUST 02: Greysia Polii(right) and Apriyani Rahayu of Team Indonesia celebrate as they win against Chen Qing Chen and Jia Yi Fan of Team China during the Women’s Doubles Gold Medal match on day ten of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on August 02, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Richard Heathcote/Getty Images)
Greysia Polii mengungkap alasan selalu tersenyum saat bertanding. (Foto: Getty Images/Richard Heathcote)
Jakarta -

Greysia Polii membeberkan alasan selalu tersenyum saat bertanding. Ia terinspirasi eks pebulutangkis China Gao ling yang selalu tersenyum dalam setiap kondisi.

Pembawaan rileks Greysia juga terlihat di Olimpiade Tokyo 2020. Berpasangan dengan Apriyani Rahayu di sektor ganda putri, Greysia terlihat tampil tanpa beban hingga akhirnya meraih medali emas.

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menjuluki pasangan ini dengan istilah 'The Smiling Champion'. Keberhasilan pasangan ini tak lepas karena gaya easy going mereka.

"Greysia/Apriyani tidak pernah memulai permainan sebelum mereka senyum, itu kelebihannya. Dari semua pertandingan, The Smiling Champion selalu senyum dulu sebelum memukul bola" kata Raja Sapta dalam sesi keterangan pers virtual yang digelar NOC Indonesia, Jumat (6/8/2021).

Greysia pun bicara panjang lebar soal gayanya itu di lapangan. Menurut pengakuannya, ia pernah dibuat gusar dengan lawannya dengan gaya itu.

Gao Ling, pemain spesialis ganda berhasil meraih banyak gelar dalam kariernya. Mulai dari medali emas Olimpiade 2000 dan 2004, BWF Championship 2006, hingga World Cup Badminton 2006.

"Saya belajar dari salah satu pemain senior China, namanya Gao Ling, mau mati (bola) mau apa, dia senyum terus. Saya berpikir ini orang kayak nggak ada beban hidupnya, main kok enak banget, saya belajar dari dia," ujar Greysia.

Menurut Greysia, selalu tampil tersenyum bisa memberikan manfaat. Satu sisi ia selalu bisa berpikiran positif dan lawannya pun bisa terintimidasi.

"Yang luar biasa adalah lawan menjadi bingung. Saya sudah berupaya bagaimana caranya matiin (lawaan) tapi kok dia senyum-senyum terus ya? Saya pernah lawan Gao Ling dan sebel banget kok kayaknya enteng banget, kayak ngentengin saya, tapi memang dia jago, saya nggak pernah mengalahkan dia, itu salah satu yang saya ambil dari dia," ucapnya.

Terlepas dari itu, Greysia bersama Apriyani menciptakan duet dengan chemistry yang luar biasa. Mereka nampak kompak di dalam lapangan.

Misalnya Apriyani yang kerap berteriak kakak yang ditujukan ke Greysia. Sang junior juga kerap salim ke seniornya itu.

"Itu tidak disengaja, kebiasaan saja. Karena kebiasaan saya sama siapapun begitu, jadi terbawa ke lapangan. Spontan, tidak direncanakan, itu bentuk rasa hormat saya kepada kak Ge (Greysia)," ucap Apriyani.

(cas/raw)