PBSI Sayangkan Pembatalan Korea Open 2021

Mercy Raya - Sport
Rabu, 11 Agu 2021 16:38 WIB
Rionny Mainaky pulang kampung. Setelah bertahun-tahun menangani tim nasional bulutangkis Jepang, dia dipercaya sebagai head coach tunggal putri Pelatnas PBSI. Yuk lihat proses latihan yang dipimpin Rionny.
Kabidbinpres PBSI, Rionny Mainaky, menyayangkan Korea Open dan Macao Open dibatalkan. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

PP PBSI menyayangkan keputusan BWF yang membatalkan Korea Open dan Macau Open 2021. PBSI mempunyai misi di dua turnamen itu.

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memutuskan untuk membatalkan turnamen Korea Open yang sedianya berlangsung 31 Agustus hingga 5 September di Jinnam Indoor Stadium di Kota Yeosu.

Selain Korea Terbuka 2021, BWF juga membatalkan turnamen Korea Masters dan Macau Terbuka. Hal ini masih disebabkan karena pandemi Covid-19, dimana pembatasan-pembatasan masih diterapkan, sehingga tidak ada pilihan lain bagi panitia setempat untuk membatalkan penyelenggaraan.

Sementara Kejuaraan Dunia Junior 2021 yang rencananya berlangsung di China, ditunda pelaksanaannya karena Negeri Tirai Bambu tersebut belum bisa menggelar turnamen apapun di tahun ini. Belum ada tuan rumah dan tanggal pengganti hingga berita ini diturunkan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky menyampaikan rasa kecewanya atas pembatalan dan penundaan turnamen-turnamen tersebut.

Tapi ia menyadari saat ini masih sulit keluar dari masa pandemi, sehingga aspek kesehatan dan keselamatan pemain adalah yang paling utama.

"Ya memang harusnya Korea Terbuka ini jadi ajang pemain-pemain kami untuk kembali bertanding. Ada beberapa nama yang ikut itu sudah lama tidak bertanding dan ada pemain muda juga. Kami mau lihat kesiapan dan perkembangan mereka sekaligus mengambil gambaran untuk tim Sudirman dan Thomas & Uber nanti," kata Rionny dalam rilis PBSI.

"Tapi memang kembali lagi, ini masa pandemi dan belum selesai. Negara di kawasan Asia masih berjuang untuk lepas dari COVID-19 dan saya menyadari itu. Kesehatan dan keselamatan semua adalah hal terpenting," lanjutnya.

Dengan adanya pembatalan ini, Rionny menegaskan PBSI akan mengalihkan fokus pada persiapan Piala Sudirman dan Thomas & Uber Cup.

"Sekarang kami fokus ke Piala Sudirman dan Thomas & Uber, menguntungkan karena waktu persiapan jadi lebih panjang," kata Rionny.

"Juga kami sedang menyiapkan atlet-atlet yang akan berangkat ke Taipei, sementara Taipei Open masih on schedule," ujarnya.



Simak Video "Move On All England, Greysia Polii Fokus Olimpiade Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)