Tim David Cup Indonesia Siap Habis-habisan Hadapi Barbados

Mercy Raya - Sport
Rabu, 15 Sep 2021 15:11 WIB
Tim Davis Indonesia di Barbados
Foto: Dok. PP Pelti
Jakarta -

Tim Davis Cup Indonesia siap menantang Barbados dalam laga babak pertama World Group II. Sekalipun hanya diperkuat dua pemain dan kapten, tim Indonesia bakal habis-habisan.

Davis Cup akan dilangsungkan di hard court Kompleks Olahraga Garfield Sobers, 17 sampai 18 September 2021. Timnas yang dipimpin Febi Widiyanto tersebut telah tiba di Barbados dan untuk pertama kalinya menjajal arena pertandingan, National Tennis Centre di Bridgetown, Selasa (14/9) waktu setempat.

Tim Piala Davis Merah Putih terpaksa hanya diperkuat dua petenis saja dan seorang kapten-bermain, setelah Ari Fahresi gagal berangkat karena terkendala visa Amerika Serikat. Tanpa Ari, skuad Indonesia hanya diperkuat Justin Barki, Gunawan 'Gugun' Trismuwantara, dan playing captain Febi Widhiyanto.

Selama satu setengah jam Febi hanya berlatih ringan dengan M. Gunawan 'Gugun' Trismuwantara. Sedangkan Justin Barki yang datang dari Amerika Serikat telah tiba Rabu (15/9) namun belum bisa bergabung. Usai latihan, Febi mengaku timnya sudah mulai beradaptasi dengan kondisi lapangan.

"Lambat (bola) lapangannya dan cuacanya panas," kata playing captain regu Merah Putih, Febi Widhiyanto dalam rilis PP Pelti.

"Justin Barki masih karantina sambil menunggu hasil tes PCR. Semoga besok sudah bisa bergabung," ujarnya.

Laga Piala Davis Grup Dunia Il berlangsung dalam dua hari dengan menyajikan lima pertandingan. Dua partai single menjadi agenda hari pertama. Selanjutnya satu partai double menjadi pembuka hari kedua, diteruskan dua laga tunggal sebagai penutup.

"Tak masalah bila terpaksa hanya ada Justin dan Gugun. Mereka bisa main tunggal dan ganda," ucap Febi.

Termasuk bila keadaan memaksa kedua petenisnya itu harus bermain rangkap di hari kedua. "Kondisinya kan sama dengan saat mereka melakoni turnamen profesional. Sehari bermain rangkap tunggal dan ganda. Apalagi partai Piala Davis saat ini berformat best of three, tidak sepanjang sebelumnya yang menggunakan best of five."

(mcy/krs)