Indonesia Turun di Piala Davis, Petinggi PP Pelti Titip Pesan Ini

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 08 Sep 2021 00:14 WIB
PP Pelti Lepas Tim Davis Indonesia di rumah Djan Faridz, Selasa (7/9/2021) siang WIB
PP Pelti Lepas Tim Piala Davis Indonesia (dok.PP Pelti)
Jakarta -

Indonesia akan tampil di ajang Piala Davis pekan depan dengan kekuatan tiga petenis muda. Diharapkan ketiganya bisa memberikan yang terbaik di sana.

Indonesia menghadapi Barbados yang sama-sama berada di World Group II, pada ronde pertama 17-18 September. Di sana bakal ada sekitar 12 pertandingan dan delapan negara pemenang dengan ranking teratas melaju ke play-off World Group I 2022.

Lalu, empat negara pemenang platoff tersebut akan mengikuti knock-out tie di November 2021. Pemenang pada babak knock-out tie akan melaju ke World Group I play-offs di tahun 2022, sementara yang kalah pada knock-out tie akan mengikuti World Group II play-offs di tahun yang sama.

Selanjutnya tim yang kalah pada World Group II akan mengikuti World Group II play-offs di tahun 2022, dan tim yang kalah pada World Group II play-offs di tahun 2022 akan terdegradasi ke Group III.

Saat ini Indonesia berada pada rangking 63, dan Barbados berada pada rangking 54. Indonesia menurunkan tiga petenis muda yakni Justin Barki (21 tahun), Ari Fahresi (19 tahun), dan M. Gunawan Trismurwantara (18 tahun).

Pertandingan dihelat di National Tennis Center Garfield Sobers Sports Complex, St. Michael, Barbados. Mereka Playing Captain Febi Widiyanto, Manajer Tim Manager Dwi Budi Martono, Pelatih Okki Yonda, dan tenaga kesehatan Dr. Mokhammad Rakhmad Abadi.

Tim Davis Indonesia dilepas Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PP Pelti) Rildo Ananda Anwar dan Ketua Dewan Pembina Djan Faridz di Rumah Djan, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (7/9/2021) siang WIB.

Meski diperkuat pemain muda, tim Davis punya pengalaman level dunia karena beberapa kali bertemu lawan dari Filipina, Srilanka, Selandia Baru, dan Kenya. Diharapkan, para pemain bisa tampil lepas untuk memberikan yang terbaik.

"Semoga Tim Merah Putih mampu membuat kejutan," ujar Ketum PP Pelti Rildo Ananda Anwar dalam jumpa pers.

Adapun Djan Faridz menyebut kejuaraan ini adalah salah satu tantangan besar yang dihadapi PP Pelti. Dia percaya dengan kerja keras selama masa persiapan sejak awal tahun ini, Tim Davis Indonesia dapat memetik hasil membanggakan.

"Sebelum ini olahraga tenis lapangan kurang pemberitaan. Tapi sejak Pak Rildo menjadi ketuanya, prestasinya mulai naik dan beritanya ada di mana-mana," papar Djan Faridz yang juga anggota Dewan Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) itu.

Setelah Piala Davis di Barbados, ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua juga akan dimanfaatkan PELTI untuk memompa prestasi atlet-atlet tenis di tanah air serta mempromosikan olahraga ini.

Kapten Tim Davis Indonesia, Febi Widiyanto, dalam sesi latihan di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan pagi WIB kemarin, mengatakan, persiapannya dan rekan-rekan setim sudah matang. Sebagai Playing Captain dalam kompetisi di Barbados, Febi juga dapat diturunkan dalam pertandingan.

"Kita lihat statistik saja peringkatnya berapa. Saya lihat di Barbados ada satu pemain yang peringkatnya bagus, lebih bagus dari kita," ujar Febi.

"Kami semua punya kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Jadi kami tetap fight," pungkasnya.

Tim Davis Indonesia akan mengikuti dua pertandingan single pada 17 September, lalu pada 18 September akan mengikuti dua pertandingan single dan satu pertandingan double

Lihat juga video 'Cari Tahu Proses Pembuatan Bola Tenis, Yuk!':

[Gambas:Video 20detik]



(mrp/ran)