Hendra Setiawan Cs Asah Nonteknis Jelang Sudirman Cup 2021

Mercy Raya - Sport
Rabu, 15 Sep 2021 20:25 WIB
Hendra Setiawan
Hendra Setiawan cs mendapatkan pembekalan nonteknis dari PBSI menjelang Piala Sudirman 2021. (Foto: dok.PBSI
Jakarta -

Sejumlah langkah dilakukan PP PBSI demi memaksimalkan atlet jelang Sudirman Cup. Hendra Setiawan dkk dapat pembekalan nonteknis.

Tim Merah Putih bakal menghadapi tiga kejuaraan beregu sekaligus. Selain Piala Sudirman, mereka juga akan bertanding di kejuaraan Thomas dan Uber Cup. Piala Sudirman di Finlandia, 26 September - 3 Oktober, sementara Piala Thomas-Uber dihelat di Denmark, 9 - 17 Oktober.

Menuju kejuaraan tersebut, tim bulutangkis Indonesia tak hanya mempersiapkan diri dari segi teknik dan fisik. Skuad Merah-Putih juga terus mengasah nonteknis demi mewujudkan target tampil maksimal pada tiga kejuaraan bergengsi tersebut.

Salah satu persiapan nonteknis yang dilakukan yaitu dengan menggelar diskusi antara pemain, pelatih, dan tim pendukung bersama dengan tim medis, ahli gizi, dan psikolog.

Acara dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna, Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (15/9) sore.

"Lewat kegiatan ini, persiapan tim Piala Sudirman, Thomas dan Uber diharapkan jauh lebih mantap. Seluruh bidang, mulai dari tim medis, dokter gizi hingga psikolog akan mendukung agar pemain bisa berjuang maksimal dan memberikan yang terbaik," kata Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta saat membuka kegiatan, dalam rilis PBSI.

Melati Daeva OktaviantiMelati Daeva Oktavianti menjalani pembekalan dari PBSI. Foto: dok.PBSI

Hadir sebagai pembicara adalah Kepala Tim Medis Pelatnas PBSI, Prof. Dr. Nicolaas C. Budhiparama, Sp.OT, FICS dan dr. Grace Joselini C, MMRS., Sp.KO. Lalu dokter gizi, dr. Vetinly, Sp.GK dan dr. Paulina Toding, Sp.GK, serta tim psikolog, Endro Wibowo, S.Psi., Sustrani, S.Psi., dan Leony Desliawati N, M.Si., Psi.

Dr. Nicolaas menjelaskan pentingnya pencegahan dan penanganan cedera olahraga atlet Pelatnas PP PBSI. Hal ini juga perlu didukung dengan keterbukaan atlet terkait kondisinya.

"Ini yang harus dijaga. Di sini komunikasi atlet dan pelatih perlu terbuka. Kalau ada yang cedera, tolong segera disampaikan agar lebih cepat ditangani. Tentu kami tidak ingin karena dibebani target juara, atletnya malah cedera. Jadi selama persiapan harus dijaga betul jangan sampai mereka cedera," tutur Nicolaas.

Sementara dr. Ventinly dan dr. Paulina memberikan pengarahan seputar gizi olahraga dan pengaturan suplemen bagi atlet. Bagaimana pun atlet perlu mendapatkan nutrisi yang baik selama persiapan, bertanding, maupun setelah pertandingan berakhir.

"Menyangkut asupan nutrisi, para pemain harus memperhatikan sejak awal ketika masih berlatih di Pelatnas Cipayung. Selain itu, asupan nutrisi juga harus seimbang sesuai kebutuhan masing-masing atlet," tutur dr. Ventinly.

Sedangkan tim psikolog dari PBSI pentingnya memiliki visi dan misi yang sama di dalam tim untuk memboyong piala bergengsi tersebut ke Tanah Air.

"Agar menang di tiga kejuaraan tersebut harus dicapai secara kelompok. Ketika sebuah kemenangan diraih, itu berarti merupakan kemenangan bersama. Sebaliknya ketika kalah itu juga merupakan kekalahan bersama. Karena itu, kita harus memiliki visi dan misi yang sama untuk merebut piala tersebut," ujar Endro.



Simak Video "The Daddies Gagal ke Final, Netizen Beri Semangat Raih Perunggu"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)