Richard Mainaky Masih Pantau Praveen Cs Sampai Sudirman Cup

Mercy Raya - Sport
Kamis, 16 Sep 2021 18:50 WIB
Richard Mainaky
Richard Mainaky Masih Pantau Praveen Cs Sampai Sudirman Cup (Rachman Haryanto/detikSport)
Jakarta -

Meski sudah memastikan pensiun dari kepelatihan PBSI, Richard Mainaky masih akan memantau ganda campuran hingga keberangkatan tim ke Piala Sudirman.

Richard Mainaky memutuskan pensiun sebagai pelatih kepala ganda campuran di Pelatnas PBSI, Cipayung, di saat Indonesia tengah menyiapkan tim menuju dua kejuaraan beregu Sudirman Cup dan Thomas dan Uber Cup.

Piala Sudirman di Finlandia, mulai 26 September - 3 Oktober, sedangkan Piala Thomas-Uber dihelat di Denmark, 9-17 Oktober.

Tim yang berkekuatan 20 pemain ini akan bertolak ke Eropa pada 21 September mendatang. Sampai jadwal keberangkatan itu lah, Richard mengaku bakal terus memantau perkembangan latihan Praveen Jordan dkk.

"Masih (kasih program) tapi semua sudah dijalani oleh Nova (Widianto). Dia lapor, kemudian saya kontrol dan lihat 'Apa nih Nov yang masih saya bantu? Ini kak, paling Ucok (Praveen Jordan) mau duluan (latihan), ini itu'," kata Richard kepada detikSport, Kamis (16/9/2021).

Tak hanya memantau, Richard juga terus berkomunikasi dengan Nova sampai asistennya itu benar-benar siap ditinggal olehnya.

"Tapi selama pemantauan ini sudah berjalan bagus dan menurut saya Nova bisa (menggantikan saya). Jadi satu bulan ini saya kasih waktu buat Nova untuk menyesuaikan diri," ujarnya.

Sementara Nova menggantikan Richard sebagai pelatih kepala ganda campuran, posisi asisten saat ini masih kosong. Nova dibantu dua pelatih pratama Amon Sunaryo dan Muhammad Rijal.

"Sampai sekarang belum ada figur (pengganti). Cuma sebelum saya pensiun kan sudah ada Nova, Amon, dan Rijal. Nah, sambil jalan kita lihat mereka jalan bertiga," dia mengungkapkan.

"Toh, pratama masih sedikit. Jadi pelatih pratama bisa bantu ke atas (Nova) dan diatur programnya. Dan menurut saya mereka berjalan bertiga sudah cukup oke. Tidak ada masalah," kata pelatih yang berhasil mengantarkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih emas Olimpiade Rio 2016 ini.

Terlepas dari kondisi yang ada, Richard mengatakan alasan pensiun selain karena keluarga, juga memberi kesempatan pelatih muda mengembangkan diri.

"Jujur saja atlet pasti ingin ada regenerasi. Sama pelatih juga bekerja keras, lalu kapan kalau mereka tidak diberi kesempatan. Masa saya terus? Dan saya lihat mereka sudah bekerja keras luar biasa jadi pantas mereka diberi kesempatan," ujarnya.

(mcy/aff)