Raih Medali Emas Olimpiade, Ini Kunci Greysia Polli Wujudkan Impian

Faidah Sofuroh - Sport
Senin, 20 Sep 2021 13:18 WIB
BNIxCXO
Foto: BNIxCXO
Jakarta -

Semenjak berhasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, nama Greysia Polli semakin melambung. Ia pun dikenal sebagai atlet yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Ia pun mengaku tidak menyangka bisa melangkah sampai sejauh itu.

"Aku juga ga pernah ekspektasi sampai sejauh ini, maunya juga cuma mungkin sejauh dapet medali aja itu udah bersyukur banget tetapi dapetnya medali emas waduh buat saya itu suatu bonus. Itu juga berkat dukungan temen-temen, masyarakat Indonesia yang selalu kasih energi positif di mana pun penonton Indonesia berada," ungkap Greysia dalam Ngobrol Sore Semaunya Live Instagram bersama BNI Episode 5.

Berbicara soal kiprah Greysia Polli dalam dunia bulu tangkis, ia bercerita bahwa sudah mengenal bulu tangkis sejak berusia 5 tahun. Lalu saat umur 8 tahun, ia pun fokus bidang ini dan merantau ke Jakarta bersama keluarganya. Meskipun bulu tangkis menjadi prioritas utamanya, tapi Greysia mengaku tak mau meninggalkan sekolah.

"Memang dari kecil udah dikasih arahan dan dikasih pilihan bukan main bulu tangkis atau sekolah si, tapi bulu tangkis itu sebagai prioritas utama tapi tidak meninggalkan sekolah karena kan masih kecil banget jadi pada akhirnya jalanin dua-duanya tapi bulu tangkisnya yang lebih diusahakan lebih pengen dikonsentrasikan waktu itu," paparnya.

Ia bahkan tak berhenti sampai di tingkat SMA. Setelah lulus dan konsentrasi ke bulu tangkis selama beberapa tahun, Greysia akhirnya mendapat kesempatan untuk kuliah dan mengambil jurusan akuntansi perpajakan. Meskipun perjalanannya menjadi atlet bulu tangkis tak selalu mulus, tapi komitmen di masa ia kecil yang membuatnya tidak mudah menyerah.

"Semua itu kita mulai dari young age ya, terus kita udah dikasih keputusan, like my mom udah ask me about this decision yang aku harus buat di umur 8 tahun jadi otomatis kita udah belajar komitmen dari kecil, mentality yang punya komitmen. dan waktu kita punya komitmen itu tanpa aku sadari si waktu kecil oke aku harus decide untuk jadi pemain badminton sebagai karier aku, oke jadi pada saat aku mempunyai komitmen, waktu aku menjalankan proses itu jadi pada akhirnya nggak gampang nyerah, pada akhirnya mental itu terbentuk dari kita kecil," kisahnya.

Menurut Greysia, anak muda memiliki banyak waktu dan tenaga. Setidaknya itu yang menjadi investasi paling penting bagi anak muda masa kini. Selain waktu dan tenaga, Putri Tanjung menjelaskan kini anak muda yang ingin berinvestasi juga semakin dipermudah dengan adanya tabungan BNI Taplus Muda.

BNI Taplus Muda memiliki fitur lifegoals yang ada di BNI Mobile Bankingnya. Dengan adanya fitur ini, nasabah terutama anak muda akan semakin terbantu untuk mencapai tujuan dalam menabung. Nasabah bisa tetap on track untuk goals tabungannya dan tidak mudah terdistraksi untuk belanja online. Selain itu, nasabah juga bisa setting target tabungan untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

Greysia menambahkan anak muda juga penuh dengan kreativitas. Menurutnya dengan adanya kreativitas itu, rasa bosan dapat teratasi dan bisa menjadikan seseorang konsisten mengerjakan sesuatu hingga meraih apa yang dia impikan.

Terakhir, Greysia pun berpesan kepada anak muda untuk tidak mudah menyerah dalam mencapai suatu tujuan. Selama masih muda dan memiliki banyak waktu dan tenaga, pergunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.

"Tetap stay on track sewaktu kita udah memilih suatu tujuan. Misalnya let's say jadi tukang masak, YouTuber, atau jadi finance, ya kita gak bisa, gini, kegagalan mungkin bisa terjadi di kehidupan kita, tapi waktu kita masih muda kita masih punya free waktu untuk kita bisa memilih dan waktu kita gagal kita bisa coba lagi dengan yang kita suka," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara Ngobrol Sore Semaunya Live instagram berkolaborasi dengan BNI, disiarkan melalui Instagram @putri_tanjung secara live setiap Senin pukul 19.00 WIB. BNI akan mendonasikan sebesar total Rp 175 Juta untuk membantu Program Penanganan COVID-19.

(fhs/krs)