Legenda Bulutangkis Verawaty Fajrin Sakit, Kemenpora Turun Tangan

Muhammad Robbani - Sport
Senin, 20 Sep 2021 14:40 WIB
Verawaty Fajrin
Kondisi Verawaty Fajrin saat awal diinformasikan oleh sang sahabat, Rosiana Tendean. (Foto: dok. Rosiana Tendean)
Jakarta -

Legenda bulutangkis Verawaty Fajrin terkulai lemah karena sakit kanker paru-paru. Kini ia dirawat di Rumah Sakit Dharmais Jakarta melalui bantuan pemerintah.

Mantan tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran era 1980-an itu divonis mengidap kanker sejak Maret 2020. Sejak itu pula Verawaty menjalani kemoterapi sebanyak lima kali, namun merasa tak membuahkan hasil.

Sempat membaik, pihak rumah sakit pun mengizinkan Verawaty pulang ke rumah. Namun belakangan kondisinya memburuk lagi dan pemerintah membantu merujuk Verawaty ke RS Dharmais sejak 19 September.

Masalahnya, ruang High Care Unit (HCU) di RS Dharmais sempat penuh pada hari pertama Verawaty Fajrin dirujuk ke sana. Terbaru, ia dikabarkan sudah mendapat ruang rawat di rs itu.

"Saat ini bu Vera dirawat di Gedung Tulip 602. Ini ruang rawat, akan dipindah ke ruang mawar karena baru kosong," kata dr. Raden Soeko Werdi Nindito Danoekoesoemo, yang dibagikan Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto, di forum wartawan.

"Memang tampak kesakitan walaupun sudah terapi. Tidak seperti biasanya tegar dan banyak bercanda pada perawatan sebelumnya. Sepertinya keluarga berharap Bu Vera dirawat di RS terus karena sedang bedrest saja, tidak dapat aktif bangun atau duduk," lanjut keterangan itu.

Saat ini Kemenpora sedang mengupayakan perawatan terbaik untuk Verawaty. Salah satunya mengupayakan Verawaty mengubah status anggota BPJS miliknya dari kelas 2 menjadi kelas 1.

"Mbak Vera tetap kami monitor kondisinya Pak Menteri. Ini saya sedang koordinasi dengan BPJS," jelas Gatot.

Sebelumnya, kabar sakitnya Verawaty disebarkan oleh Rosiana Tendean. Sahabat sekaligus mantan rekan pebulutangkis itu menyebut Verawaty dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

"Ratu bulutangkis Indonesia era 1980 an Verawati Fajrin kini sedang terbaring tak berdaya. Penyakit kanker menggerogoti tubuhnya. Dia sempat menjalani kemoterapi di rumah sakit persahabatan. Tapi karena kondisi yang tidak membaik akhirnya berkat bantuan Kemenpora RI dan Kementerian Kesehatan RI Vera dipindahkan ke rumah sakit Dharmais," tulis Rosiana.

"Lantaran kondisi lumayan membaik Vera sempat pulang ke rumah. Tapi beberapa hari lalu kondisinya kembali memburuk. Vera dilarikan kembali ke rumah sakit Dharmais. Bekas juara dunia bulutangkis tunggal putri 1980 ini hanya pemegang kartu BPJS kelas 2. Dalam kondisi mengkhawatirkan peraih penghargaan Haornas 2021 ini harus menunggu di ruang transit karena ICU penuh. Mohon pemerintah membantu pengobatan agar kondisi Verawati dapat membaik," lanjut tulisan Rosiana yang ditujukan ke Presiden RI Joko Widodo, Kemenkes, hingga Kemenpora.

Di Masa aktifnya, Verawaty Fajrin banyak mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan internasional. Beberapa prestasinya adalah juara dunia 1980, Asian Games 1978, SEA Games 1987, hingga menjadi finalis Asian Games 1990.

(krs/yna)