Daya Juang Pemain RI di Piala Sudirman Disorot Legenda Bulutangkis Ini

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 02 Okt 2021 12:10 WIB
Tim bulutangkis Indonesia akhirnya menjajal lapangan yang akan menjadi lokasi pertandingan Piala Sudirman 2021. Anthony Sinisuka Ginting membebeberkan kesan-kesannya.
Tim bulutangkis Indonesia di venue Piala Sudirman 2021. Foto: dok. PBSI
Jakarta -

Indonesia tersingkir di perempatfinal Piala Sudirman 2021 sehingga gagal lagi dalam misi membawa trofi itu pulang ke Tanah Air. Legenda hidup bulutangkis Imelda Wiguna menyoroti soal daya juang dan kemauan ingin menang.

Tim bulutangkis RI menutup Piala Sudirman 2021 dengan terhenti di perempatfinal. Mereka kalah 2-3 dari Malaysia pada laga yang berlangsung di Energia Areena, Vantaa, Jumat (1/10/2021).

Padahal menilik skuad yang diturunkan merupakan tim dengan kekuatan terbaik. Tapi kegagalan meraih poin dari sektor ganda putra, tunggal putra, dan ganda campuran yang menjadi andalan membuyarkan mimpi Indonesia membawa pulang Piala Sudirman tahun ini.

Piala Sudirman 2021Piala Sudirman 2021. Foto: via BracketHQ

Bagaimanapun Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Anthony Ginting, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti ialah atlet berpengalaman dengan segudang prestasi.

Imelda mengaku tak menyangka dengan hasil yang diperoleh tim Indonesia. Ia malah sempat memprediksi Kevin Sanjaya dkk bisa melaju hingga final.

"Ini dari kaca mata saya pengalaman sebagai atlet, pelatih, dan pengurus ya, perlu ada kesatuan hati. Maksud saya apapun kejadian di sekitar kita selama atlet punya kesatuan, punya semangat juang bareng-bareng hasilnya pasti bagus," kata Imelda saat berbincang dengan detikSport, Sabtu (2/10/2021).

"Nah, kemarin itu hasilnya kaget-kaget juga sih. Ada apa? Soalnya drawingnya sudah bagus bertemu Malaysia dan harusnya menjadi kesempatan. Sebab, grup atas cukup berat isinya China, Korea, Denmark. Jadi di luar perkiraan. Saya kira minimal masuk semifinal atau final," ujarnya.

Imelda juga secara khusus menyoroti perfoma Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang dinilai cukup menurun. Padahal mereka salah satu ujung tombak Indonesia.

"Ujung tombaknya itu memang partai pertama. Dulu itu waktu Uber Cup menang tahun 1994 dan 1996 itu ujung tombaknya Susy Susanti. Dan dia memang hebat ketika diharapkan harus terus menang dia berhasil lakukan.

"Nah, saya tidak tahu juga ada apa dengan Kevin dan Gideon. Head to headnya memang kemarin sempat kalah dengan Malaysia ini (di Olimpiade). Mungkin apakah akan konsentrasi Thomas dan Uber Cup yang ada di depan mata juga?".

"Tapi ya sudah. Apapun yang terjadi tidak bisa diubah. Bagaimana nanti yang ada di depan mata saja (Thomas dan Uber Cup). Mudah-mudahan mereka bisa fokus," pesan juara All England 1979 ini.

(mcy/krs)