Ballboy PON Papua: Bisa Nonton Pertandingan, Dekat-dekat Petenis Top

Femi Diah - Sport
Senin, 04 Okt 2021 19:20 WIB
Ballboy PON Papua
Foto: Dok. ponpapuafoto.com
Mimika -

Para ballboy di tenis PON XX/2021 Papua antusias menjalankan tugas. Capek terbayar tuntas dengan bisa dekat-dekat petenis idola.

Sebanyak 42 ballboy bertugas di Sian Soor Tennis Center, Kantor Wali Kota Jayapura, pada PON XX/2021 Papua. Mayoritas merupakan siswa PPLP Jayapura. Sebagian kecil petenis remaja dan mahasiswa Fakultas Pendidikan Jasmani Universitas Cendrawasih asal Papua.

Sejatinya, tidak banyak yang didapatkan sebagai ballboy tenis di PON 2020. "Kami dapat enam kaus, satu celana panjang, satu pasang kaus kaki, sepatu, dan topi," kata Sultan Danu Adisty (12) petenis remaja.

Selain itu, Danu dkk mendapatkan jatah makan nasi kotak tiga kali sehari dan air mineral. Ongkos transportasi harian tidak ada. Uang saku juga tidak dijanjikan. Di sisi lain, tugas itu punya keuntungan.

"Ini pengalaman pertama saya menjadi ballboy dan seru banget. Awalnya, disuruh sama ayah saya yang juga jadi pengurus di PB PON, ternyata luar biasa. Seru banget," kata Danu yang juga siswa kelas 1 SMPN 2 Abepura, Papua.

Senada, Yusuf Benyamin Yansip (23) tidak menyangka mendapatkan pengalaman menjadi ballboy PON Papua. Sebab, biasanya anak-anak SMP dan SMA yang dipilih. Sementara, dia mahasiswa Universitas Cendrawasih.

"Happy banget pas diminta untuk menjadi ballboy. Kami bisa dekat-dekat dengan atlet top nasional. Belum tentu tahun depan mereka kembali lagi ke sini," kata Benyamin.

Asyiknya lagi, kata Benjamin, setelah bertugas sebagai ballboy, mereka bisa nonton pertandingan. Dalam final putri antara DKI Jakarta dan Jawa Timur, mereka bahkan berharap agar pertandingan berlama-lama hingga partai ketiga kendati pertandingan dihelat hingga malam hari.

"Mumpung mereka (pemain-pemain nasional) tanding di sini. Kami harus nonton mereka semaksimal mungkin," kata Benyamin.

Di final PON Papua cabang tenis nomor beregu putri itu memang tampil petenis-petenis putri terbaik Indonesia. Di kubu Jatim diwakili oleh Aldilla Sutjiadi, Jessy Rompies, dan Beatrice Gumulya. Adapun DKI diperkuat oleh kembar Fitriana Sabrina dan Fitriani Sabatini serta deria Nurhaliza. Di akhir laga, putri Jatim menjadi peraih emas.

(fem/krs)