Irwansyah yang Kalem Bawa Indonesia Juara Piala Thomas

Afif Farhan - Sport
Senin, 18 Okt 2021 20:50 WIB
Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China 3-0. Puasa gelar dua dekade Merah-Putih di ajang ini berakhir sudah.
Irwansyah yang Kalem Bawa Indonesia Juara Piala Thomas (AP)
Jakarta -

Ada banyak cerita dari hasil manis Indonesia juara Piala Thomas. Salah satunya, peran Irwansyah sebagai pelatih yang begitu kalem dan menenangkan.

Indonesia tampil sebagai kampiun di Piala Thomas tahun 2021, setelah sukses mengalahkan China 3-0 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark pada Minggu (17/10). Anthony Ginting, Fajar/Rian, dan Jonatan Christie mampu sapu bersih kemenangan.

Ini jadi raihan trofi Piala Thomas ke-14 bagi Indonesia. Sekaligus, membayar rasa rindu karena kali terakhir juara di tahun 2002 alias 19 tahun lalu.

Ada satu sosok yang mencuri perhatian tim Indonesia sepanjang pagelaran Piala Thomas kali ini. Dia adalah pendamping tim tunggal, Irwansyah!

Irwansyah sendiri sejatinya adalah sebagai asisten pelatih tunggal. Namun, dirinya dipercaya menggantikan peran Hendry Saputra yang bisa mendampingi Anthony Ginting dan Jonatan Christie.

Tindak-tanduk Irwansyah pun viral di sosial media. Irwansyah begitu kalem untuk menenangkan tunggal putra, dengan suara halusnya.

"Selebihnya harus berani ya. Sudah oke semuanya, kamu harus lebih berani lebih siap ya," katanya ketika memberikan petuah kepada Anthony Ginting.

"Siap capek ya," tambahnya.

Indonesia players show their gold medals after winning in the Thomas Cup men's team badminton tournament in Aarhus, Denmark, Sunday Oct. 17, 2021. (Claus Fisker/Ritzau Scanpix via AP)Pelatih Irwansyah (paling kiri) (AP/Claus Fisker)

Jonatan Christie pun selalu diberi masukan dari Irwansyah. Khususnya, ketika Jojo sempat kesulitan menghadapi Li Shi Feng di laga final.

"Kalau kamu buka, dia pasti bolanya smash atau panjang. Jaganya kamu di belakang, lebih siap," terangnya.

"Jangan lambat ya Jo, oke? ya bisa ya," lanjutnya.

Para netizen pun ikut memberi apresiasi kepada Irwansyah. Petuah dan ketenangannya mampu membuat tim tunggal bermain lebih gemilang.

Irwansyah sendiri merupakan mantan atlet bulutangkis Indonesia yang seangkatan sama Hendrawan, Marleve Mainaky, dan lainnya. Sayangnya, kariernya lebih banyak diganggu cedera.

Irwansyah melanglang buana melatih di Eropa selama 15 tahun. Barulah di tahun 2016, dirinya kembali ke Indonesia dan menerima tawaran PBSI untuk mengasah tim tunggal putra.

(aff/cas)