Sabet Piala Thomas, PBSI Dinilai Berhasil Lakukan Regenerasi

Jihaan Khoirunnisaa - Sport
Selasa, 19 Okt 2021 14:17 WIB
Menpora Setop Sementara Kegiatan Olahraga Selama PPKM Darurat
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menilai PBSI berhasil menyiapkan regenerasi atlet dan melakukan pembinaan atlet pelapis atlet senior. Hal ini mengingat penampilan atlet-atlet muda di Piala Thomas seperti Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto.

"Sebagai Menpora tentu saya bergembira bahwa pembinaan olahraga di cabang olahraga Bulu Tangkis ini berjalan berjenjang dan terencana dengan baik. Saya berterima kasih kepada Ketua Umum PBSI, Pak Agung Firman Sampurna dan teman-teman PBSI walaupun dalam kepengurusan yang baru," tuturnya dikutip dari situs resmi Kemenpora, Selasa (19/10/2021).

Amali menyebut prestasi yang diraih Tim Thomas Indonesia ini menjadi bukti pembinaan atlet yang dicanangkan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) akan sangat efektif. Utamanya dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di masa depan.

"Prestasi yang diraih Tim Thomas Indonesia ini sejalan dengan apa yang ada dalam DBON yaitu memberikan kesempatan pada atlet-atlet muda untuk tampil dalam rangka pembinaan prestasi terutama persiapan untuk olimpiade Paris yang akan datang," ujarnya.

Amali juga merasa senang karena bulu tangkis yang menjadi unggulan dalam DBON, bisa kembali menorehkan prestasi. "Cabang olahraga bulu tangkis ini masuk di dalam cabor unggulan yang masuk di dalam DBON kita. Bahkan di posisi pertama Bulu Tangkis ini," katanya.

Ia pun memuji strategi yang diterapkan pelatih ganda putra, Herry IP yang menurunkan pemain muda pada laga pamungkas final Piala Thomas. Langkah ini menurutnya terbukti mampu meraih poin sempurna 3-0 atas China di Ceres Arena, Aarhus, Denmark.

"Luar biasa, bisa kita lihat pemain muda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menang di final dua set langsung. Mereka ini akan menjadi harapan masa depan bulu tangkis Indonesia," terangnya.

Saat menyaksikan pertandingan final, ia mengaku tegang sekaligus cemas saat menyaksikan pertandingan Jonatan Christie vs Li Shi Feng. Apalagi melihat Jonathan yang beberapa kali membuat beberapa kesalahan sehingga mengakibatkan tambahan poin bagi lawan.

"Saya kira semua yang nonton sama seperti saya. Alhamdulillah kita bisa mengakhiri dengan poin 3-0, dan ini penantian panjang 19 tahun kita tidak pernah membawa pulang Piala Thomas ini dan hari ini tahun 2021 ini kita buktikan bahwa kita bisa," katanya.

Amali pun mengucapkan selamat kepada para atlet yang sudah menorehkan prestasi membanggakan di single event internasional cabang olahraga bulu tangkis tersebut.

"Tentu saya dan seluruh rakyat Indonesia bahkan bapak Presiden Pak Joko Widodo menyampaikan selamat kepada mereka dan tentu bangga dengan prestasi yang sudah mereka tunjukkan," katanya.

Prestasi-prestasi dinilainya sekaligus mematahkan anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa bulu tangkis hanya bertumpu pada pemain pemain senior yang sudah tampil di Olimpiade.

"Tetapi ternyata kita mampu memperlihatkan bahwa pembinaan itu jalan," tukasnya.

Amali berharap prestasi tersebut dipertahankan terutama menghadapi berbagai kejuaraan dan Olimpiade Paris 2024.

"Semoga makin banyak medali emas yang akan kita dapatkan dari bulu tangkis ini. Dan seperti pada saat Presiden menerima mereka di istana Bogor waktu itu, Pak Joko Widodo memberikan semangat kepada mereka untuk terus berjuang di kancah internasional karena itulah kebanggan kira sebagai bangsa, kebanggaan kita rakyat Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Tim Indonesia Didepak dari All England, Menpora: BWF Diskriminatif!"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)