PBSI Tanpa Target Khusus di Tiga Turnamen Bali

ADVERTISEMENT

PBSI Tanpa Target Khusus di Tiga Turnamen Bali

Mercy Raya - Sport
Jumat, 29 Okt 2021 13:50 WIB
Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna
Ketum PBSI, Agung Firman Sampurna, tak mematok target untuk atlet-atletnya pada 3 turnamen di Bali. (Foto: dok. PBSI)
Jakarta -

PBSI tak mematok target khusus dalam mengikuti tiga turnamen di Bali. Mereka hanya menyiapkan atlet-atlet agar menampilkan perfoma terbaik di ajang tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna, yang menyebut tiga turnamen tersisa tahun ini yaitu Indonesia Masters, Indonesia Open, dan BWF World Tour Finals 2021, sebagai ajang untuk mengasah kemampuan dan kelincahan atletnya setelah nyaris dua tahun tanpa mengikuti turnamen.

"Sudah tentu kami berharap pertama turnamennya sendiri harus ada untuk mengasah kemampuan dan agility pemain. Jadi tidak ada target khusus tapi kami menyiapkan atlet-atlet kami agar menampilkan performa terbaik di ajang profesional ini," kata Agung dalam jumpa persnya, Jumat (29/10/2021).

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini juga menilai kehadiran tiga turnamen level tinggi di Indonesia juga semakin meningkatkan intensitas para atlet setelah nyaris tak mengikuti pertandingan karena pandemi COVID-19. Maka itu, meskipun jadwal yang diikuti pemain menjadi padat, Agung tak terlalu khawatir.

Setelah mengikuti kejuaraan beregu Sudirman Cup dan Thomas Cup, para pebulutangkis dunia langsung dihadapkan pada enam turnamen individu. Antara lain Denmark Open yang sudah selesai digelar pada 24 Oktober, kemudian French Open yang sedang berlangsung sejak 26 Oktober hingga 31 Oktober mendatang, dan Hylo Open (2-7 November).

Lalu menyusul tiga turnamen yang bergulir di Bali yaitu Indonesia Masters, Indonesia Open, dan BWF World Tour Finals 2021 mulai 16 November hingga 5 Desember.

"Justru adanya turnamen internasional itu dibutuhkan karena mereka adalah pemain profesional di bidang bulutangkis," ujar Agung.

"Dengan semakin intensif sebenarnya event tersebut disusun semakin bagus karena ini jadi kesempatan mereka untuk mendapatkan manfaat baik dalam konteks menjaga agility mereka sebagai pemain," tuturnya.

Menyoal waktu recovery pemain, Agung meyakini, hal itu juga sudah diperhitungkan semaksimal mungkin. Termasuk, membagi mana yang menjadi prioritas atlet elit utama dan pelapis.

"Seperti French Open itu untuk atlet yang memang sudah ditujukan ke sana, sementara Jerman Open yang akan datang untuk pelapis-pelapis. Jadi sebanyak mungkin kami mendorong itu untuk mengikuti turnamen, apalagi sekarang kami dalam proses mendorong regenerasi. Jadi mereka semua itu sudah dipertimbangkan sedemikian rupa sehingga mana yang akan diturunkan ikut kejuaraan yang hanya diikuti 32 pemain terbaik dan 8 pemain terbaik," dia menegaskan.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT