Tomori: Rivalitas Derby Milan Beda Level dengan Derby di Inggris

Tomori: Rivalitas Derby Milan Beda Level dengan Derby di Inggris

Putra Rusdi K - Sepakbola
Sabtu, 07 Mar 2026 11:00 WIB
MILAN, ITALY - AUGUST 17: Rafael Leao celebrates with teammate Fikayo Tomori of AC Milan after scoring his teams first goal during the Coppa Italia match between AC Milan and SSC Bari at Stadio San Siro on August 17, 2025 in Milan, Italy. (Photo by
Foto: Getty Images/Chris Ricco
Milan -

Bek AC Milan Fikayo Tomori menilai rivalitas Derby Milan punya level yang berbeda dari Derby di Inggris. Hal tersebut karena fanatisme suporter yang begitu luar biasa di laga AC Milan vs Inter Milan.

AC Milan akan menjamu Inter dalam Derby Milan yang berlangsung di San Siro pada laga lanjutan Liga Italia, Senin (9/3/2026). Selayaknya Derby Milan, laga ini diprediksi bakal berlangsung panas.

Rivalitas panjang keduanya sebagai tim sekota begitu sengit. Belum lagi, Inter dan Milan saat ini bersaing untuk posisi puncak Serie A.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Si Ular berada di urutan teratas dengan 67 poin. Mereka unggul 10 angka dari Rossoneri di posisi kedua.

ADVERTISEMENT

Fikoyo Tomori bakal menjalani laga Derby Milan ke-15 sejak merapat ke Il Diavolo dari Chelsea pada 2021. Bek asal Inggris mengakui rivalitas Derby Milan begitu panas baik di dalam maupun di luar lapangan.

Ia bahkan menilai level rivalitas di Derby Milan jauh lebih tinggi daripada laga derby lain yang pernah dijalaninya dengan The Blues. Tomori melakoni sejumlah derby dengan tim London kala masih membela Chelsea.

Hal ini didasari karena fanatisme suporter yang sangat luar bisa di Derby Milan. Dukungan suporter hadir begitu besar untuk Derby Milan dalam kondisi apapun.

Tomori bahkan sempat heran suporter memberikan dukungan ke Milan di tempat latihan untuk Derby Milan bahkan saat pandemi COVID. Situasi ini tak pernah dirasakannya di Inggris.

"Saat itu Covid, tetapi para penggemar datang ke tempat latihan. Itu tidak terjadi di Inggris. Mereka mengibarkan bendera dan membawa spanduk dan segalanya," Tomori dikutip dari Football Italia.

"Seketika itu terjadi dan Anda berpikir: 'Ini pertandingan yang berbeda. Ini derby yang berbeda'. Kemudian Anda datang ke stadion. Anda berada di dalam bus dan mendengar para penggemar memukul-mukulnya. Awalnya saya seperti: 'Tunggu, apa yang terjadi di sini."

"Memiliki para penggemar yang sangat bersemangat yang bernyanyi selama 90 menit bahkan lebih. Mereka ada di sana sebelum kami melakukan pemanasan. Mereka ada di sana setelah pertandingan. Itu adalah hal lain yang membuatnya begitu istimewa," jelasnya.




(pur/ran)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads