Stoeva Bersaudara Nikmati Hangatnya Bali

ADVERTISEMENT

Stoeva Bersaudara Nikmati Hangatnya Bali

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Minggu, 14 Nov 2021 17:30 WIB
Stefani Stoeva dan Gabriela Stoeva
Gabriel Stoeva dan Stefani Stoefa, ganda Bulgaria yang menikmati matahari Bali. (Foto: dok.PBSI)
Nusa Dua -

Ganda putri Bulgaria Gabriela Stoeva & Stefani Stoeva girang bisa ke Bali untuk pertama kali. Mereka sangat menikmati cuaca hangat Pulau Dewata.

Gabriela dan Stefani Stoeva hadir di Bali untuk mengikuti rangkaian turnamen Indonesia Badminton Festival 2021 pada 16 November-5 Desember 2021. Mereka akan tampil di Indonesia Masters 2021 lebih dulu, dilanjutkan Indonesia Open 2021.

Keduanya juga dalam posisi bagus untuk lolos ke BWF World Tour Finals 2021. Stoeva bersaudara ada di peringkat dua klasemen BWF Road to Bali dan tinggal mengamankan posisi di dua turnamen ke depan.

Ini menjadi pengalaman pertama Gabriela dan Stefani ke Bali. Berasal dari Bulgaria yang cuacanya dingin, terutama di masa-masa menjelang Desember ketika memasuki musim bersalju saat ini, mereka bersyukur bisa menikmati hangatnya matahari di Bali. Stoeva bersaudara berasal dari sebuah kota bernama Haskova, dengan suhu rata-rata di bulan November-Desember di angka 4 sampai di bawah nol derajat celcius.

"Saya rasa ini sangat menyenangkan buat kami, karena kami datang dari negara yang sangat dingin. Dan sekarang cuacanya dingin, tapi di sini seperti musim panas, jadi ya sempurna," ungkap Gabriela Stoeva, yang berusia 27 tahun, di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Minggu (14/11/2021) siang WITA.

"Bali sangat cantik, sangat menyenangkan. Pastinya ini seperti tujuan yang berkualitas. Dan cuacanya juga enak, bisa bersantai sepanjang hari."

"Menurut saya Asosiasi Bulutangkis Indonesia bekerja dengan sangat baik dalam menggelar acara ini, juga BWF. Ini cukup bagus dan juga aman buat semua pemain," kata kakak Stefani ini mengimbuhi.

Meski pertama kali ke Bali, Gabriela dan Stefani sudah kerap berkunjung ke Indonesia untuk mengikuti turnamen. Mereka mengaku cukup cocok dengan makanan Indonesia, tapi masih penasaran dengan beberapa buah lokal.

"Kami suka makanan Indonesia, terutama nasi. Tapi agak rumit buat saya karena saya enggak bisa makan pedas. Sangat menyenangkan, kami sangat suka kok," sambung Gabriela.

"Buat saya sih masakan Indonesia salah satu makanan terfavorit," timpal Stefani.

"Kami belum coba buah sih, tapi pengin nyoba nanti. Kami suka budaya Indonesia dan segala sesuatunya, jadi menyenangkan buat kami bisa melihat banyak hal berbeda," ujar Gabriela lagi.

Satu-satunya yang cukup mengganggu saat ini buat mereka adalah nyamuk. Tapi hanya nyamuk saja tak cukup untuk membuat Stoeva bersaudara kapok dengan Bali.

"Oh iya, nyamuk. Saya enggak suka nyamuknya sih, hahaha. Tapi kami akan terbiasa kok, jadi ya enggak masalah," kata Stefani.

"Cuacanya hangat sih, jadi ya wajar saja ada nyamuk-nyamuk berkeliaran," sahut Gabriela.

"Kami mungkin akan berencana untuk datang ke sini lagi buat berlibur, ketika segala sesuatunya sudah lebih normal dan tidak ada terlalu banyak pembatasan," imbuhnya.

(raw/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT