ADVERTISEMENT

Indonesia Masters: Tersingkir, Gregoria Akui Perlu Banyak Perbaikan

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Rabu, 17 Nov 2021 20:10 WIB
Gregoria Mariska Tunjung terhenti di babak pertama Indonesia Masters 2021 oleh unggulan kedelapan Sayaka Takahashi. Gregoria mengakui butuh banyak perbaikan.
Gregoria Mariska Tunjung mengaku harus banyak berbenah. (Foto: detikcom/Rifqi Ardita Widianto)
Bali -

Gregoria Mariska Tunjung terhenti di babak pertama Indonesia Masters 2021 oleh unggulan kedelapan Sayaka Takahashi. Gregoria mengakui butuh banyak perbaikan.

Gregoria Mariska Tunjung kalah tiga gim dari Sayaka Takahashi dalam pertandingan di Bali International Convention Center, Rabu (17/11/2021) sore. Gregoria takluk 18-21, 21-11, dan 20-22 dalam waktu 56 menit.

Sempat merebut gim kedua, Gregoria terbantu oleh kesalahan-kesalahan yang dilakukan Sayaka. Tapi gim ketiga justru gantian pebulutangkis 22 tahun itu melakukan kesalahan-kesalahan.

"Mungkin tadi lawan di gim kedua kurang konsisten juga ya, jujur dia banyak melakukan kesalahan sendiri dari start sampai mungkin poin 11, bisa dibilang saya dapat poin dari kesalahan-kesalahan dia aja, kebanyakan," ungkap Gregoria dalam jumpa pers usai pertandingan.

"Trus gim ketiga beberapa kali saat poin-poin yang bisa dibilang seharusnya bisa saya matikan, saya justru kurang sabar. Beberapa kali ingin terus ngasih tekanan, padahal mungkin seharusnya ditahan sedikit supaya dia menjangkaunya lebih jauh," sambungnya.

Gregoria masih melanjutkan puasa gelarnya di turnamen-turnamen BWF World Tour. Atlet kelahiran Wonogiri tersebut menyadari masih ada banyak aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya mental dan fisik.

Hanya saja tahun ini, jadwal turnamen yang begitu padat membuat program latihan fisiknya belum maksimal.

"Jujur masih banyak yang bisa ditingkatkan, di fisik terus juga di mental pastinya. Karena mungkin kalau mental saya bisa lebih terjaga dan konsisten, mungkin saya bisa mendapatkan kepercayaan diri di dalam gim," sambung Gregoria.

"Jadi satu mental dan kedua fisik sih yang sangat-sangat perlu ditingkatkan. Sebetulnya sudah selalu diskusi dengan pelatih untuk latihan fisik, mungkin pelatih fisik juga sudah tahu itu adalah hal yang harus diperbaiki dari saya."

"Tapi dengan beberapa turnamen yang belakangan ini sangat dekat ya, bisa dibilang cuma punya jeda 2-3 hari untuk bertanding lagi. Persiapannya sangat pendek."

"Tapi puji Tuhan di Bali ini saya bisa dibilang dapat 7-8 hari untuk persiapan, karena kemarin dari Jerman terus ke sini harus karantina. Puji Tuhan latihan fisiknya bisa lebih proper dibandingkan sebelum-sebelumnya," ujar pemain klub Mutiara Cardinal itu.

(raw/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT