PBSI Luruskan 'Masalah' Praveen/Melati

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 20 Nov 2021 13:40 WIB
XD Players name : 
Praveen JORDAN (INA) [2] /
Melati Daeva OKTAVIANTI (INA)

Credit Photo : HUMAS PP PBSI

Location:
Hotel Westin Resort Nusa Dua Bali, Indonesia.


Order of Play Wednesday, 17 November 2021
Result :
https://www.tournamentsoftware.com
or
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com
PBSI Luruskan 'Masalah' Praveen/Melati (Foto: Dok. Humas PP PBSI)
Jakarta -

Perfoma Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terus disorot seiring dengan hasil mereka yang terus menurun. Puncaknya di Indonesia Masters 2021.

Alih-alih mampu bermain maksimal, ganda campuran andalan Indonesia ini tumbang di babak pertama oleh wakil India, Dhruv Kapila/Nelakurihi Sikki Reddy.

Mereka kalah dua gim langsung dengan skor 11-21, 20-22 dari pasangan nonunggulan. Kekalahan tersebut bahkan sampai membuat geram pelatih ganda campuran Nova Widianto. Praveen/Melati disebut tidak memiliki daya juang seorang pemain dan tidak nasionalis.

Tren negatif yang terus diciptakan Praveen/Melati memunculkan opsi agar keduanya lebih baik dipisah. Namun, Nova mengatakan hal itu tak mungkin terjadi. Malah Nova memberikan opsi lain untuk main di luar pelatnas saja.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kabid Binpres PBSI Rionny Mainaky sepakat dengan Nova tapi dia sekaligus meluruskan hal yang terjadi.

"Itu mereka (Praveen/Melati) tidak muda lagi. Ya dipisah pun dengan siapa? Sekarang kan yang sejajar dengan mereka cuma Gloria (Emanuelle Widjaja), Melati, lalu siapa lagi? Untuk dipisah lagi (dengan siapa) yang bisa didengarkan mereka dengan baik, dan memperbaiki dengan benar? Lebih baik kita fokus persiapan untuk pemain-pemain muda, bukan menukar-tukar lagi. Sudah umur berapa mereka?" kata Rionny kepada detikSport, menjawab soal opsi pemisahan.

Namun soal usul main di luar Pelatnas, Rionny belum mau terlalu jauh memikirkan sampai ke sana. Ia memilih fokus pada upaya perbaikan pada para pebulutangkisnya.

Bagaimana pun usai Indonesia Masters, para pemain masih ditunggu tiga turnamen lainnya yang juga tidak kalah penting. Indonesia Open, BWF World Tour Finals, dan terakhir Kejuaraan Dunia.

"Kami berusaha untuk memperbaiki mereka saja, tapi kalau untuk seperti tadi (main di luar pelatnas) jika saya sudah bicara (kepada Praveen/Melati), lalu Nova juga sudah bicara sampai mendalam begitu, dan misalnya merasa sudah tidak mampu, mereka (Praveen/Melati) bisa atur sendiri, ya silakan kalau mau coba (main di luar Pelatnas). Saya yakin pasti lebih susah dan mereka baru rasakan sendiri dan menyesal sendiri jika di luar karena tidak gampang," tuturnya.

"Tapi untuk saat ini kami belum memutuskan (apapun untuk) Praveen/Melati," imbuhnya.

Rionny lantas berharap dengan waktu dan tiga turnamen yang tersisa, Praveen/Melati bisa berubah. Sementara ia dan pelatih akan menyiapkan program pendek untuk mendongkrak motivasi para pemain.

"Saya bilang ke Nova untuk menjaga fisik mereka. Kan semua sudah kecapekan, sudah hampir 7 kejuaraan, saya akan berusaha maksimal membangkitkan motivasi mereka. Tidak mudah karena perlu program pendek. Makanya saya minta pelatih jaga kondisi mereka, push di sana. Saya pernah mengalami orang-orang seperti ini dan akan berusaha maksimal. Semoga bisa bangkit semua," ujarnya.

(mcy/aff)