Sejumlah Pebulutangkis Mundur, BWF Dapat Kritikan Lagi!

Mercy Raya - Sport
Kamis, 02 Des 2021 15:50 WIB
TOKYO, JAPAN - SEPTEMBER 04: Ayako Suzuki of Team Japan picks up a shuttle with her racket during the Badminton Womens Singles SU5 semi-final against Kaede Kameyama of Team Japan on day 11 of the Tokyo 2020 Paralympic Games at Yoyogi National Stadium on September 04, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Kiyoshi Ota/Getty Images)
Sejumlah Atlet Mundur di Tur Final, BWF Banjir Kritikan (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Badminton World Federation (BWF) kembali mendapat kritikan seiring bertambahnya jumlah atlet yang mundur karena cedera di BWF World Tour Finals 2021.

Setelah protes disampaikan wakil tuan rumah, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, kritikan juga datang dari eks pebulutangkis Mathias Boe.

Melalui akun media sosialnya @mathias.boe, menyuarakan amarahnya karena jadwal padat pascapandemi sehingga mengorbankan kesehatan sejumlah atlet.

Dalam unggahan Instagramnya tersebut, Boe tak hanya menyampaikan amarahnya lewat tulisan. Tapi dia juga mengunggah sebuah tangkapan layar tournamentsoftware tunggal putra BWF World Tour Final yang sudah berlangsung sejak Rabu (1/12/2021).

Di gambar tersebut, terlihat hasil laga antara Viktor Axelsen saat menghadapi Rasmus Gemke. Tertulis Rasmus Gemke memutuskan mundur saat pertandingan skor berjalan 5-1.

Hal serupa dialami tunggal putra Jepang, Kento Momota. Ia memutuskan mundur saat laga baru berjalan 1-1 ketika menghadapi tunggal India Lakshya Sen.

"Sebab, atlet mendapatkan denda saat mengkritik pejabat bwf, maka saya yang akan berbicara atas nama mereka. Jadwal turnamen pascapandemi ini bena-benar sudah keterlaluan dan inilah hasilnya. Satu persatu mereka mengalami cedera," tulis Boe.

Dalam unggahannya itu, Boe juga menandai dua legenda bulutangkis yang merupakan pejabat BWF, yaitu Thomas Lund dan Poul-Erik Høyer Larsen.

"Sulit untuk memahami apa yang menjadi pemikiran tuan Lund dan tuan Hoyer di BWF yang pernah menjadi pemain kelas dunia. Padahal keduanya juga pernah mengalami banyak cedera karena jadwal turnamen yang padat," ketusnya.

Boe juga menyalurkan kekesalannya melalui akun Twitter miliknya. Dia malah menyebut bahwa niat BWF yang semula guna melepas dahaga kerinduan pecinta bulutangkis justru berakhir dengan permainan kesejahteraan atlet.

"Apa yang seharusnya menjadi pesta bagi para penggemar berakhir sebagai lelucon. @bwfmedia, apa yang kalian dapatkan dengan menuntut pemain harus bermain selama lebih dari 3 bulan berturut-turut? Apakah kalian peduli dengan kesejahteraan para pemain? Tidak," kata Boe juga di laman Twitternya.

(mcy/aff)