Juara Piala Thomas 2020 Dapat Bonus dari Pemerintah?

Mercy Raya - Sport
Jumat, 03 Des 2021 12:30 WIB
Players from Indonesia celebrates after winning the Thomas Cup mens team badminton tournament in Aarhus, Denmark, Sunday Oct. 17, 2021. (Claus Fisker/Ritzau Scanpix via AP)
Juara Piala Thomas 2020 Dapat Bonus dari Pemerintah? (AP)
Jakarta -

Indonesia sukses menjadi juara Piala Thomas 2020. Piala supremasi itu kian membanggakan karena diraih setelah nyaris dua dua dekade selalu gagal direbut.

Tim bulutangkis yang dipimpin Hendra Setiawan itu memenangkan Piala Thomas dengan mengalahkan China 3-0 di partai final.

Jonatan Christie menjadi penentu di laga ketiga mengalahkan Li Shi Feng 21-14, 18-21, dan 21-14. Sebelumnya, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Anthony Sinisuka Ginting juga sukses menaklukkan wakil China.

Atas catatan emas itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai sponsor resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bahkan telah memberikan apresiasinya dengan penyerahan dana pembinaan senilai Rp 5 Miliar.

Lantas bagaimana dengan apresiasi dari pemerintah?

Mohammad Ahsan ketika dikonfirmasi mengaku belum ada pembicaraan terkait pemberian penghargaan tersebut.

"Belum ada omongan," kata Ahsan menyoal pemerintah pernah menjanjikan bonus kepada juara Piala Thomas 2021.

Termasuk saat Presiden Joko Widodo mengunjungi rangkaian turnamen Indonesia Badminton Festival di Bali pada Kamis (2/12/2021) dan menyampaikan apresiasi untuk keberhasilan tim Piala Thomas.

"Belum ada omongan juga," dia menegaskan.

Mengonfirmasi hal tersebut, Menpora Zainudin Amali mengatakan memang tidak ada usulan dari pihaknya terkait pemberian apresiasi.

Menyesuaikan aturan, pemberian bonus hanya diberikan kepada peraih medali di multievent seperti di antaranya SEA Games, ASEAN Paragames, Asian Games, Asian Para Games, hingga Olimpiade dan Paralimpiade.

"Untuk single event itu tidak ada (bonus). Tetapi apabila ada single event yang dianggap penting, bergengsi dsb, itu saya akan minta arahan Bapak Presiden. Tapi untuk Piala Thomas dan Uber itu tidak ada yang menjanjikan," kata Menpora saat dikonfirmasi detikSport, Jumat (3/12/2021).

"Kemarin pun saat saya ke Bali, mampir bertemu Ketua Umum PBSI, tapi dengan anak-anak Piala Thomas tidak bertemu. Sebab, saya meninjau prokes di sana. Sepanjang saya duduk dengan Ketum PBSI (Agung Firman Sampurna), Pak Alex Tirta, tidak ada pembicaraan tentang itu (bonus)," dia mengungkapkan.

"Tapi nanti saya akan tanya, kemarin Bapak Presiden ke sana (Bali) bahkan bertemu dengan tim (Piala Thomas) saya akan tanya dulu yang mendampingi Pak Presiden, apakah ada omongan itu (bonus) atau tidak? Tapi yang pasti aturan kami itu multievent (yang mendapat apresiasi). Tapi jika Thomas dan Uber dianggap merupakan satu single event yang bergengsi dan menjadi kebanggaan kita, saya akan minta arahan Bapak Presiden dulu," ujarnya.

Menpora asal Gorontalo itu juga sekaligus menegaskan sejak Indonesia menangi Piala Thomas tidak ada arahan langsung dari Presiden terkait bonus tersebut. Malah, biasanya pihaknya yang mengusulnya seperti saat Olimpiade dan Paralimpiade.

"Malah rencana saya tim Piala Thomas ini akan diterima di Istana. (Meski begitu) Saya akan usahakan mudah-mudahan tetap ada apresiasi dari pemerintah. Saya akan usahakan itu," kata Menpora.

"Tapi saya akan tanya dulu. Bagi saya karena ini uang negara, tata kelolanya harus rapi. Saya harus bisa pertanggungjawabkan. Saya tidak mau asal," tegasnya.

(mcy/aff)