Partai 'Gila' Anders Antonsen Vs Veteran Penggemar Taufik Hidayat

Mercy Raya - Sport
Kamis, 16 Des 2021 16:15 WIB
Tunggal putra Denmark Anders Antonsen menikmati betul Bali jelang Indonesia Badminton Festival 2021. Tapi ada satu yang bakal terasa kurang buatnya.
Anders Antonsen. (Foto: detikcom/Rifqi Ardita Widianto)
Jakarta -

Pebulutangkis Denmark Anders Antonsen dibuat terkejut oleh lawannya, Niluka Karunaratne, di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2021. Kenapa?

Antonsen menghadapi wakil Srilanka Niluka Karunaratne, yang usianya sudah 36 tahun, di babak kedua BWF World Championship 2021 yang sudah bergulir sejak 12 Desember hingga 19 Desember mendatang, di Huelva, Spanyol.

Antonsen menang dengan skor 21-11, 21-15 atas Karunaratne. Meskipun kemenangannya sudah diprediksi lantaran di atas kertas Antonsen unggul ranking, tapi ada hal yang di luar dugaan juara BWF World Tour Finals 2020 itu.

Anders Antonsen menghadapi Karunaratne, pebulutangkis veteran dengan karier panjang di dunia bulutangkis. Menukil laman BWF, Karunaratne sudah tampil di Kejuaraan Dunia sejak usia 15 tahun.

Debut Karunaratne di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis itu kebetulan juga dijalaninya di Spanyol, 20 tahun lalu, ketika Antonsen masih berusia empat tahun!

"Itu gila. Itu luar biasa. Saya tidak berpikir saya akan (bermain selama itu). Itu pencapaian yang luar biasa," kata Anders Antonsen.

Karunaratne sendiri terbilang veteran di dunia bulutangkis karena kerap mewakili Sri Lanka dalam dua dekade belakangan. Ia bahkan ingat betul pengalamannya bertanding di Kejuaraan Dunia 2001. Saat itu, pemain kelahiran 1985 ini sudah mulai bermain sejak era Hendrawan, Taufik Hidayat, hingga Peter Gade.

Sri Lanka's Niluka Karunaratne competes against Tzu-Wei Wang of Taiwan during man's single Badminton match at the 2020 Summer Olympics, Saturday, July 24, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Dita Alangkara)Niluka Karunaratne di Olimpiade Tokyo 2020. Foto: AP/Dita Alangkara

"Saya ingat Hendrawan memenangkan Kejuaraan Dunia. Saya penggemar berat Taufik, dia pemain favorit saya. Saya juga ingat bagaimana Hendrawan melawan Taufik di semifinal dan kemudian cedera usai memimpin laga. Taufik tidak bisa bergerak untuk merebut poin berikutnya dan harus pensiun. Sementara Hendrawan melaju ke final dan mengalahkan Peter Gade," Karunaratne bercerita.

Kendati begitu, Karunaratne mengaku senang bisa kembali tampil di Kejuaraan Dunia meskipun harus terhenti di babak kedua.

"Ini karier yang panjang. Senang bisa kembali ke Spanyol untuk Kejuaraan Dunia. Pertama kali saya ke Spanyol, di Seville. Ini mungkin Kejuaraan Dunia terakhir saya dan senang bisa melangkah sampai sejauh ini," kata Karunaratne.

"Saya berkarier di bulutangkis lebih dari 20 tahun. Saya ingin sekali mewakili negara dengan bermain Commonwealth Games, sehingga saya dapat mengakhiri karier di event yang luar biasa. Saya telah bermain di tiga Olimpiade, mengalahkan empat dari 20 pemain teratas, dan telah memenangkan sejumlah turnamen internasional. Jadi saya ingin mengakhiri karier dengan event besar dan mengucapkan selamat tinggal," harapnya menyoal nasib masa depannya di bulutangkis.

(mcy/krs)