ADVERTISEMENT

Kecewanya Tim Piala Thomas Dengar Kabar Bonus Dipangkas

Yanu Arifin - Sport
Sabtu, 01 Jan 2022 14:18 WIB
Indonesia players show their gold medals and hold up the trophy after winning in the Thomas Cup mens team badminton tournament in Aarhus, Denmark, Sunday Oct. 17, 2021. (Claus Fisker/Ritzau Scanpix via AP)
Indonesia juara Piala Thomas setelah penantian 19 tahun. (Foto: AP/Claus Fisker)
Jakarta -

Bonus sebesar Rp 10 miliar dari pemerintah ke tim Piala Thomas 2020 ternyata dipangkas untuk pembinaan. Kekecewaan pun muncul dari para pebulutangkis.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) seperti diketahui menyalurkan bonus ke tim Piala Thomas 2020. Ini sebagai apresiasi atas keberhasilan mereka juara dan mengakhiri puasa selama 19 tahun.

Bonus itu sendiri turun setelah didahului polemik. Sejumlah pemain sempat mengungkapkan sindiran ke pemerintah. Itu usai mereka mendapatkan kucuran bonus dari BNI senilai Rp 5 miliar di sela-sela Indonesia Badminton Festival di Bali, November-Desember 2021 lalu.

Apresiasi Rp 10 miliar dari pemerintah ke skuad Piala Thomas 2020 diterima Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) pada Senin (27/12/2021) lalu. Tapi rupanya Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna menjelaskan bahwa itu tak sepenuhnya buat tim Piala Thomas.

Agung mengungkapkan kalau sebagian dana itu akan dialokasikan untuk pembinaan berkelanjutan. Padahal dalam papan simbol penyerahan bantuan tertulis "Bonus Thomas Cup 2020 Rp 10 miliar".

Hal ini pula yang memantik kekecewaan dari anggota skuad Piala Thomas. Kabar tersebut direspons sejumlah pebulutangkis putra Indonesia dengan berbagai unggahan di media sosial.

Kapten tim Piala Thomas 2020 Hendra Setiawan menilai wajar kalau para pemain kecewa. Sebab seharusnya PBSI punya anggaran dan alokasi masing-masing.

"Kalau menurut saya sih ya itu untuk tim Thomas ya, karena ya itu tadi..bukannya seharusnya untuk pembinaan dan lain-lain sudah ada bujet tersendiri? Jadi bukannya potong dari bonus," ungkapnya kepada detikSport.

"Pasti kecewa sih, soalnya kan tim sudah mati-matian jadi juara dan tau ada berita begitu pasti kecewa. Bukannya kita money oriented ya, tapi saya rasa udah seharusnya sih tim Thomas dihargai atas kerja kerasnya."

"Sekali lagi ini menurut pandangan saya ya, mungkin bisa ditanya pemain-pemain yang lain," imbuh pebulutangkis 37 tahun tersebut.

(raw/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT