Melati & Gloria Dicoret Pelatnas? PB Djarum Siap Apapun Keputusan PBSI

Mercy Raya - Sport
Kamis, 06 Jan 2022 11:27 WIB
Foto Yoppy Rosimin saat memberikan keterangan kepada wartawan di GOR Djarum, Djati, Kudus, Senin (9/9/2019).
Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menilai promosi-degradasi di pelatnas bulutangkis suatu hal yang wajar. (Foto: AKrom Hazami/detikcom)
Jakarta -

Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin menilai wajar pencoretan atlet ke klub dari Pelatnas Bulutangkis. Termasuk jika terjadi pada atlet-atlet binaan mereka sendiri, mereka siap.

Hal itu disampaikan Yoppy menyusul adanya kabar pencoretan para atlet PB Djarum oleh PBSI yang ramai dibicarakan dalam 24 jam terakhir.

Ganda campuran Praveen Jordan, Melati Daeva Oktavianti dan Gloria Emanuelle Widjaja disebut-sebut telah didepak dari Pelatnas PBSI padahal Surat Keputusan (SK) resmi belum diturunkan.

Namun, Yoppy telah membantah soal pemberitaan tersebut. Ia mengklarifikasi bahwa atletnya dipulangkan ke klub sebagaimana kebiasaan Pelatnas PBSI tiap akhir tahun.

Adapun promosi degradasi atlet akan diketahui saat Surat Keputusan (SK) pemanggilan atlet dikeluarkan dan diterima klub secara resmi. Biasanya saat awal tahun baru atau musim ini setelah seleksi nasional pada 10-15 Januari usai digulirkan.

Promosi dan degradasi Pelatnas Bulutangkis pun dalam penentuannya memiliki sejumlah kriteria penilaian. Penilaian yang paling berperan ialah hasil dari turnamen yang atlet ikuti sepanjang tahun dengan menyesuaikan target yang sudah ditetapkan.

Jika menilik prestasi kedua atlet tersebut, baik Melati dan Gloria memiliki capaian yang berbeda-beda. Bersama Praveen Jordan, Melati hanya mencapai dua kali runner up di sepanjang musim 2021, yakni Thailand Open dan German Open. Pada sisa turnamen lainnya mereka kerap tersingkir di babak perempat final.

Padahal jika membandingkan dengan tahun sebelumnya, mereka masih mampu menjuarai All England 2020 dan juara Denmark Open dan French Open 2019.

Sementara perolehan Gloria bersama Hafiz Faizal juga tak lebih baik. Setelah hanya berkesempatan mengikuti 8 turnamen, tak ada satupun merengkuh hasil juara. Hasil terbaik mereka menembus 8 besar dan kini ranking melorot urutan ke-11 dunia.

Sehubungan itu, Yoppy menghargai setiap keputusan yang diambil oleh PBSI. Sebab, masing-masing organisasi memiliki pertimbangannya sendiri menilai atlet layak atau tidak dipertahankan.

"Saya kira itu hal yang wajar-lah. Tiap orang punya persepsi yang berbeda-beda. Bagi kami siap menghadapi segala apapun keputusannya," kata Yoppy kepada detikSport, Kamis (6/1/2021), menyoal segala kemungkinan pencoretan atletnya.

"Iya (menghargai) karena mereka pasti punya pertimbangan sendiri apakah itu regenerasi atau apa, ya kami tidak tahu. Kami sebagai pihak yang diputuskan harus siap apapun keputusannya. Kami harus punya persiapan untuk menghadapi next-nya mau melakukan apa?" ujarnya.

"Sama seperti atlet nonpelatnas di PB Djarum. Jika sudah saatnya memutuskan degradasi atau dipulangkan, harus tahu selanjutnya mau apa? Misalnya mau sekolah, ke luar negeri. Itu hal yang biasa dalam bulutangkis," Yoppy menegaskan.

Simak Video 'Isu Praveen/Melati Dicoret dari Pelatnas, PB Djarum Buka Suara':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)