PBSI Bakal Kirim Tim Terkuat di SEA Games 2022

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 08 Jan 2022 13:20 WIB
Gregoria Mariska Tunjung di Indonesia Masters 2021
Gregoria Mariska Tunjung (Foto: Dok. PP PBSI)
Jakarta -

PBSI akan mengirim tim terkuat di SEA Games 2022. Khususnya nomor tunggal putri.

Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI Rionny Mainaky yang menyampaikan rencana tersebut dalam menghadapi multievent dua tahunan yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei mendatang.

"Kami siap turun di seluruh nomor, dan kami juga sudah menyampaikan kekuatan kami kepada Komisi Sports Development, termasuk akan menurunkan tim terkuat di tunggal putri. Untuk tunggal putra masih negosiasi," kata Rionny dalam laman NOC Indonesia.

Bukan tanpa alasan eks pelatih Timnas Jepang ini mengatakan demikian. Ia menilai SEA Games masih merupakan multiajang olahraga yang cukup penting bagi kemajuan bulutangkis Indonesia ke depannya. Sekalipun pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) tidak menyebut SEA Games sebagai sasaran utama.

"Meski Olimpiade tetap menjadi fokus utama, kami tidak pernah menganggap enteng kompetisi apapun dan berusaha untuk selalu menurunkan tim terbaik," ujarnya.

Di sektor tunggal putri, PBSI masih mengandalkan Gregoria Mariska Tunjung adalah atlet terbaik Indonesia dengan peringkat 26 dunia, Ruselli Hartawan di peringkat 45. Serta bintang baru Putri Kusuma Wardani.

"Malaysia dan Thailand akan menjadi lawan utama kita," sebut Rionny.

Selain SEA Games, faktanya bulutangkis Indonesia juga akan menghadapi Piala Thomas 2022 dan SEA Games yang digelar 17-22 Mei. Namun, adik dari Richard Mainaky ini mengaku tak masalah. Sebab, Indonesia memiliki kekuatan yang merata di tunggal dan ganda putra, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran.

"Para pemain muda ini diproyeksikan untuk Olimpiade. Untuk tunggal dan ganda putra kekuatan antar pemain sama, hanya berbeda di pengalaman. Jadi saya tidak khawatir," katanya.

"Saat ini baru entry by number (untuk SEA Games), belum by name. Apakah kita akan mengirimkan tim muda ke Thomas Cup setelah kita mengakhiri penantian 19 tahun atau bagaimana? Tapi saya jamin walaupun menurunkan pemain muda, mereka proyeksi untuk Olimpiade," Rionny menjelaskan.

(mcy/aff)