Ajukan Banding, Ini Alasan Djokovic Minta Izin Khusus di Australia Terbuka

Adhi Prasetya - Sport
Sabtu, 08 Jan 2022 18:40 WIB
FILE - Serbias Novak Djokovic after defeating Croatias Marin Cilic during their Davis Cup tennis semi-final match at Madrid Arena in Madrid, Spain, on Dec. 3, 2021. Top-ranked Novak Djokovic has withdrawn from the ATP Cup in Australia ahead of the first Grand Slam of the season. Cup organizers didnt give a reason. The 34-year-old Serbian has declined to comment on his vaccination status in recent months and Australia’s strict regulations require all players, officials and fans to be fully vaccinated for COVID-19. (AP Photo/Bernat Armangue)
Djokovic mengaku positif COVID-19 pada bulan lalu. Foto: AP/Bernat Armangue
Melbourne -

Novak Djokovic menjelaskan mengapa ia meminta izin khusus agar bisa tampil di Australia Terbuka 2022. Hal itu disebabkan petenis Serbia itu sudah terinfeksi COVID-19 bulan lalu.

Hal itu tertuang dalam dokumen yang diajukan Djokovic kepada pengadilan Australia, dan bisa diakses publik pada Sabtu (8/1/2022). Dalam dokumen tersebut, Djokovic mengaku telah dinyatakan positif COVID-19 pada 16 Desember lalu.

Kemudian pada 30 Desember, ia menerima surat izin khusus yang menyatakan dirinya bisa berpartisipasi di Australia Terbuka 2022. Izin tersebut diberikan karena ia sudah dinyatakan negatif dan tak lagi merasakan gejala.

Izin tersebut, menurut Djokovic, didapat dari dua panel medis independen berbeda. Panel medis pertama berasal dari pihak yang ditugaskan oleh panitia turnamen. Sedangkan yang kedua dari pihak negara bagian Victoria, lokasi turnamen digelar.

Oleh sebab itu, ia merasa berhak tampil di Australia Terbuka 2022.

Keputusan soal banding dari Djokovic ini akan diumumkan pada Senin (10/1) depan. Jika bandingnya ditolak, ia akan dideportasi dari Australia.

Djokovic dicekal masuk Australia karena dianggap gagal membuktikan dirinya layak mendapat izin khusus. Menurut BBC, statusnya yang 'pernah terinfeksi' dianggap bukan menjadi alasan valid untuk masuk perbatasan tanpa vaksinasi.

Selama dikarantina, ia sempat meminta pindah hotel yang ada lapangan tenisnya, sehingga ia bisa berlatih jelang turnamen. Namun hal tersebut ditolak otoritas setempat.

Djokovic diketahui bukanlah orang yang pro vaksinasi. Ia juga enggan membeberkan status vaksinasinya. Selain itu, Djokovic tak pernah mengumumkan dirinya terinfeksi COVID-19 baru-baru ini, dan baru diketahui saat ini, ketika ia harus berurusan dengan hukum.

(adp/aff)