'Serbia Takkan Pernah Perlakukan Orang seperti Australia ke Djokovic'

Lucas Aditya - Sport
Senin, 10 Jan 2022 19:30 WIB
MADRID, SPAIN - DECEMBER 03: (EDITORIAL USE ONLY) Novak Djokovic of Serbia plays a backhand against Marin Cilic of Croatia during the Davis Cup Semi Final match between Croatia and Serbia at Madrid Arena pavilion on December 03, 2021 in Madrid, Spain. (Photo by Juan Naharro Gimenez/Getty Images for Lexus)
Novak Djokovic dibela presiden NOC Serbia. (Foto: Getty Images for Lexus/Juan Naharro Gimenez)
Jakarta -

Presiden Komite Olimpade Serbia, Bozidar Maljkovic, mengecam perlakuan Australia ke Novak Djokovic. Negaranya tak akan pernah bersikap serupa negeri Kangguru.

Djokovic sempat terancam tak bisa tampil di Australia Terbuka 2022. Sebabnya, visa petenis 34 tahun itu ditolak karena belum mendapat vaksin lengkap virus Corona.

Padahal, Djokovic sudah mendapatkan izin medis khusus dari federasi tenis Australia dan dua panel independen. Izin itu tak diterima oleh Australian Birder Force (ABD) karena Djokovic pernah terinfeksi virus Corona.

Djokovic melakukan banding dan memenanginya. Dia pun bisa bebas berlaga di Australia terbuka tahun ini.

Bozidar Maljkovic pun mengutuk perlakuan Australia ke Djokovic, utamanya saat menjalani masa karantina. Persoalan makanan Djokovic juga harus disoal.

"Ini semua terlihat seperti lelucon, dalam satu tengah jam semuanya berubah lagi. Dia berbicara dua kali dengan panitia turnamen dan mereka bilang padanya bahwa dia bepergian ke Australia. Tiba-tiba, dia tap bisa masuk karena kebingungan karena kebingungan antara panitia dan pemerintah. Djokovic tak mempunyai masalah, mereka yang mempunyai masalah," kata Bozidar Maljkovic di Marca.

"Hal paling buruk adalah mereka meninggalkan dia tanpa makanan karena dia membutuhkan makanan yang bebas gluten, hotel untuknya itu seperti penjara. Serbia tak pernah memperlakukan orang seperti itu, apalagi seorang juara, karena mereka memperlakukan Djokovic di Australia," kata dia menambahkan.

(cas/rin)