BWF Jatuhi Sanksi ke Empat Pebulutangkis China, Ada 'Duo Menara'

Mercy Raya - Sport
Jumat, 25 Mar 2022 18:21 WIB
GOLD COAST, AUSTRALIA - APRIL 05:  A detail view of a badminton raquet and shuttlecock during the Badminton Mixed Team Group Play Stage - Group A on day one of the Gold Coast 2018 Commonwealth Games at Carrara Sports and Leisure Centre on April 5, 2018 on the Gold Coast, Australia.  (Photo by Scott Barbour/Getty Images)
Foto: (Getty Images/Scott Barbour)
Jakarta -

Badminton World Federation (BWF) menjatuhi hukuman dua tahun masa percobaan bagi empat pebulutangkis China yang dinilai melakukan pelanggaran integritas. Salah satunya menyasar pada ganda yang dijuluki duo menara.

Mereka ialah He Ji Ting, Tan Qiang, dan Li Jun Hui/ Liu Yu Chen. Saat ini, Li sendiri sudah menyatakan pensiun dari bulutangkis.

Keempat pemain tersebut dinyatakan melanggar Pasal 3.1.2 Kode Etik BWF 2017 terkait taruhan dan hasil pertandingan tidak beraturan karena gagal menggunakan upaya terbaik untuk memenangkan pertandingan di Fuzhou China Open 2018.

Pada turnamen itu, Li/Liu memang berhadapan dengan Ji Ting/Tan Qiang dalam laga perempatfinal. Pertandingan lantas dimenangkan Ji Ting/Tan Qiang dengan skor 15-21, 21-14, 19-21.

Dalam laman BWF, disebutkan BWF dalam Panel Dengar Pendapat Independen (IHP) mengeluarkan larangan tiga bulan dari semua kegiatan yang berhubungan dengan bulutangkis untuk setiap pemain.

Namun, hukuman ini kemudian ditangguhkan untuk masa percobaan dua tahun mulai 25 Januari 2022. Jika ada pelanggaran berulang dalam masa percobaan dua tahun, larangan tiga bulan akan berlaku.

Tak hanya masa percobaan, para pemain yang terlibat dalam pelanggaran itu juga harus kehilangan hadiah uang mereka dari Fuzhou China Open 2018.

He Ji Ting/Tan Qiang saat itu mendapatkan hadiah 12.250 dollar AS atau setara Rp175.677.250 Sedangkan Li Jun Hui/Liu Yu Chen harus kehilangan 2.187,50 dollar AS atau setara Rp31.374.437.

Sesuai dengan Prosedur Peradilan, para atlet memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam waktu 21 hari sejak pemberitahuan keputusan yang beralasan. Namun, tidak ada banding yang diajukan.

Li/Liu sendiri merupakan duo menara China yang merupakan rival dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Duel kedua pasangan ini selalu sengit. Namun, pada Fuzhou China Open 2018, keduanya tak mendapat kesempatan berhadapan, setelah Li/Liu dikalahkan Ji Tan. Ji/tan kemudian takluk dari Kevin/Marcus di babak final dengan skor 27-25, 17-21, 15-21.

(mcy/krs)