Kandas di Perempatfinal, Tim Uber Indonesia Sudah Lampaui Harapan

Mercy Raya - Sport
Kamis, 12 Mei 2022 18:15 WIB
Indonesia disingkirkan China di babak perempatfinal Uber Cup 2022. Tiga wakil Indonesia belum mampu membendung kekuatan tim China hingga takluk 0-3.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Manajer Tim Indonesia Hendro Santoso mengapresiasi hasil Bilqis Prasista dkk sekalipun mereka langsung tersingkir di perempaffinal Uber Cup 2022. Torehan mereka dinilai sudah lampaui harapan.

Tim uber Indonesia menembus perempatfinal dengan hasil terbaik. Mereka dua kali mengantongi hasil 5-0 saat menghadapi Prancis dan Jerman di babak penyisihan Grup A, sebelum akhirnya dikalahkan Jepang 1-4 saat penentuan juara grup.

Meskipun kalah di laga ketiga, tim putri Indonesia tetap lolos ke delapan besar. Sayangnya, laju mereka dihentikan juara bertahan, China. Bilqis dkk harus menelan kekalahan telak 0-3 sehingga mereka harus angkat koper lebih awal.

"Sebenarnya teknik dan semangat bertanding para pemain muda kita tidak kalah. Saat lawan China, tim Uber kita secara individu hanya kalah tenaga, pengalaman, dan kematangan. Berbeda dengan lawan Jepang, China begitu siap. Mereka tidak ingin sampai kecolongan," kata Hendro dalam keterangan tertulisnya, pada Kamis (12/5/2022).

"Jadi hasil bisa masuk 8 besar itu sudah di luar ekspektasi, karena awalnya para pemain pelapis ini tampil di Piala Uber hanya untuk mengukur kekuatan dan menambah pengalaman. Hasil ini sudah melampaui harapan," lanjutnya.

Tak hanya melampaui, tim Uber Cup Indonesia faktanya mampu bersaing dan memberi kejutan para pemain dunia. Hal itu diperlihatkan Bilqis Prasista yang sukses mengalahkan tunggal nomor 1 dunia Akane Yamaguchi.

"Pemain kita tak hanya bisa menambah pengalaman, tetapi juga mengejutkan. Prancis dan Jerman yang merupakan salah satu kekuatan Eropa, mampu dikalahkan masing-masing dengan 5-0 oleh pemain-pemain muda kita. Sebuah kebanggaan bisa kalahkan Prancis dan Jerman," Hendro mengungkapkan.

"Juga keberhasilan Bilqis yang bisa mengalahkan pemain nomor satu dunia, Akane Yamaguchi dan Komang Ayu Cahya Dewi yang sukses mengatasi Yvonne Li yang menduduki rangking atas dunia. Ini menunjukkan ada potensi besar pada pemain muda kita," tambahnya.

Hendro pun berharap para atlet muda Indonesia ini bisa terus mengembangkan potensi diri mereka. Caranya, mendapat kesempatan lebih banyak untuk mengikuti turnamen-turnamen internasional.

"Ke depan, para pemain ini layak diberi kesempatan tanding lebih besar untuk cepat matang. Jumlah kejuaraan internasional kurang mereka masih kurang sekali. Karenanya, ke depan mereka harus lebih banyak dikirim ke ajang internasional," kata Hendro.

(mcy/aff)