Evaluasi buat Indonesia dari Kekalahan di Final Thomas Cup 2022

Mercy Raya - Sport
Senin, 16 Mei 2022 11:30 WIB
BANGKOK, THAILAND - MAY 13: Anthony Sinisuka Ginting of Indonesia celebrates the victory with his coach in the Thomas Cup Semi Final Mens Single match against Kento Momota of Japan during day six of the BWF Thomas and Uber Cup Finals at Impact Arena on May 13, 2022 in Bangkok, Thailand. (Photo by Shi Tang/Getty Images)
Evaluasi buat Indonesia dari Kekalahan di Final Thomas Cup 2022 (Foto: Getty Images/Shi Tang)
Jakarta -

Tim putra Indonesia mengakhiri Thomas Cup dengan keluar sebagai runner up. Namun demikian, Anthony Ginting dkk tetap mendapat apresiasi dan ada evaluasi.

Skuad Merah-Putih dikalahkan India di final Thomas Cup 2022, Minggu (15/5) dengan skor telak 0-3. Ginting takluk di tangan Lakshya Sen, 21-8, 17-21, 16-21. Lalu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Mohammad Ahsan dikalahkan Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy, 21-18, 21-23, 19-21, dan Jonatan Christie turut dihentikan Kidambi Srikanth, 15-21, 21-23.

Meskipun kalah, Pelatih Tunggal Putra Irwansyah menyebut para pemainnya sudah berjuang luar biasa dengan performa terbaiknya.

"Saya bangga dan salut dengan perjuangan mereka. Dari babak awal sampai final sudah mengeluarkan semua kemampuan terbaik yang dimiliki. Kita memang belum rejeki untuk bisa menang lagi di sini," sebut Irwansyah dalam rilis PBSI, Senin (16/5/2022).

Irwansyah juga mengatakan tetap ada hal positif yang dipetik pada perjalanan Thomas Cup yang berakhir kemarin. Salah satunya, performa Ginting yang makin membaik dan meningkat.

Anthony seperti diketahui kerap diandalkan sebagai tunggal pertama. Namun dari enam laga yang ia lakoni, empat di antaranya menelan kekalahan. Tiga kekalahan diperoleh di babak penyisihan, kemudian satu sisanya di partai final.

"Ini yang layak disyukuri. Performa Ginting dari hari ke hari makin baik. Kepercayaan dirinya juga makin meningkat. Ini sangat bagus untuk menatap kejuaraan-kejuaraan ke depan," tutur Irwansyah.

Ke depan, sebagai proses pematangan, Irwansyah akan terus mendorong pemain-pemain pelapis seperti Syabda Perkasa Belawa dan Tegar Sulistio untuk dimatangkan. Mereka akan dikirim lebih banyak lagi ke kejuaraan internasional.

Syabda sendiri pernah mendapat kesempatan tampil sebagai penentu di laga babak penyisihan antara Indonesia dengan Korea Selatan setelah ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sukses menyamakam kedudukan menjadi 2-2. Syabda kemudian berhasil mengalahkan wakil Korea Selatan Yun Gyu Lee lewat duel tiga gim 21-14, 11-21, 21-16 dalam waktu 68 menit.

"Para pemain pelapis ke depan akan diberi kesempatan lebih banyak tampil ke kejuaraan internasional. Ini menjadi bagian dari proses regenerasi," ujar Irwansyah.

(mcy/aff)