Candra/Tony Juara

Indonesia Open 2006

Candra/Tony Juara

- Sport
Minggu, 04 Jun 2006 15:28 WIB
Surabaya - Pasangan Candra Wijaya/Tony Gunawan tampil sebagai jawara Indonesia Terbuka 2006 setelah mengalahkan Markis Kido/Hendra Setiawan di final ganda putra, Minggu (4/6/2006). Turnamen bintang enam yang digelar di GOR Kertajaya, Surabaya, menjadi ajang "reuni" yang sangat manis buat Candra dan Tony, yang saat ini masih menyandang predikat sebagai warga Amerika Serikat. Baru bermain bersama lagi setelah terakhir tahun 2001 lalu, Candra/Tony meraih juara setelah menang atas pasangan pelatnas Indonesia Markis/Hendra dua set langsung 21-17 21-16. Buat Candra, keberhasilannya meraih juara di Surabaya menjadi ajang perpisahan yang manis. Seusai Piala Thomas di Jepang beberapa waktu lalu, peraih emas Olimpiade Sydney 2000 itu mengatakan mundur dari pelatnas. Tak heran Candra kelihatan sangat gembira sekaligus sedih. "Meski baru ini tampil lagi, puji Tuhan karena kecintaan, dukungan, dan semangat untuk membangkitkan bulutangkis seterusnya saya bisa (menang). Kebetulan hari ini bertepatan dengan ulang tahun anak saya. Jadi selamat ulang tahun Tania," kata Candra dengan terbata-bata seperti menahan tangis."Barangkali prinsip nothing to lose menjadi kunci kemenangan kami, selain faktor pengalaman dan kematangan kami. Jadi Kemungkinan lawan-lawan kami sedikit terbebani dengan itu semua," tambah Candra.Keharuan yang sama tergambar pada diri Tony. Pebulutangkis yang kini menjadi anggota tim bulutangkis AS itu tak lupa berterima kasih pada penonton dan PBSI karena sambutan yang diberikan meski dirinya sudah tak membawa bendera Indonesia lagi. "Pada Anda semua (penonton) terima kasih support-nya. Terima kasih juga buat PBSI, Pak Agum (Gumelar). Adalah suatu kegembiraan luar biasa, surprise bisa berhasil juara di sini," tukas juara dunia 2005 itu. Sebagai juara pasangan Candra/Tony menggondol hadiah uang sebesar US$ 18 ribu dolar. Sementara runner-up, Markis/Hendra mendapatkan US$ 10 ribu dolar. Menurut pelatih ganda putra Indonesia, Christian Hadinata, kekalahan yang dialami anak asuhnya itu disebabkan tingkat kematanganan yang terpaut jauh serta juga ritme permainan juara dunia 2005 tersebut kurang rapi. "Sebenarnya kekuatan Kido dan Hendra tidak kalah. Hanya ritme permainan yang dilakukan Candra dan Tony lebih rapi. Maklum, mereka juga sangat pengalaman," terangnya. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads