Evaluasi PBSI Usai Gagal di Indonesia Open 2022

Novitasari Dewi Salusi - Sport
Minggu, 19 Jun 2022 16:35 WIB
Fajar/Rian Depak Wakil Malaysia Dua Gim Langsung
Wakil-wakil Indonesia hanya sampai babak perempatfinal di Indonesia Open 2022 (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Tim bulutangkis Indonesia gagal di Indonesia Open 2022. PP PBSI menyoroti sejumlah hal yang harus dibenahi.

Bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia justru menorehkan sejarah buruk di Indonesia Open 2022. Untuk pertama kalinya tidak ada perwakilan Merah Putih di babak semifinal.

Dari 20 wakil yang berlaga di Indonesia Open 2022, hanya empat yang menembus babak perempatfinal. Keempatnya gugur di babak delapan besar.

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang sampai final di Indonesia Masters 2022, kalah dua gim langsung dari lawan-lawannya di perempatfinal Indonesia Open 2022. Sedangkan Anthony Sinisuka Ginting belum berhasil membendung Viktor Axelsen.

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan sempat berpeluang besar untuk menang atas Aaron Chia/Soh Wooi Yik setelah mencapai match point lebih dulu. Namun, Yeremia kemudian mengalami cedera lutut hingga akhirnya kalah.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, menyebut faktor fisik dan teknik harus diperbaiki. Apalagi pemain jadwal turnamen cukup padat.

"Melihat hasil keseluruhan saat kami gagal meloloskan wakil ke babak semifinal bukan tanpa alasan. Faktor kondisi fisik turut memengaruhi, sehingga wakil Indonesia gagal di babak perempatfinal," ujar Rionny dalam konferensi pers di Istora, Sabtu (18/6/2022), seperti dilansir situs PBSI.

"Hal itu tentu menjadi catatan dan evaluasi ke depannya, mengingat akan ada turnamen yang akan diikuti di bulan Juli nanti."

"Selain itu, yang harus menjadi catatan di luar hal itu ialah kondisi di lapangan seperti angin hingga gemuruh penonton juga turut mempengaruhi permainan pemain di atas lapangan," ungkap Rionny.

Para pebulutangkis Indonesia selanjutnya akan berlaga di Malaysia Open (28 Juni-3 Juli), Malaysia Masters (5-10 Juli), dan Singapore Open (12-17 Juli). Rionny akan berkoordinasi dengan jajaran pelatih untuk membuat program khusus.

"Saya harus bilang faktor fisik dan teknik bermain akan menjadi catatan kami untuk diperbaiki lebih lanjut. Untuk itu, pemain itu sendiri harus memiliki motivasi dalam diri masing-masing siap menghadapi program latihan yang dibuat," ucap Rionny.

"Ke depannya akan banyak turnamen yang akan diikuti untuk menambah tabungan poin masing-masing pemain yang tahun depan akan mengikuti kualifikasi Olimpiade," imbuhnya.

(nds/cas)