ADVERTISEMENT

Chico, Oasis Saat Ginting dan Jonatan Tumpul di Turnamen Internasional

Mercy Raya - Sport
Senin, 11 Jul 2022 16:10 WIB
Indonesias Chico Dwi Wardoyo plays against Japans Kento Momota during their mens singles qualifying match at the Badminton Asia Championships in Muntinlupa, suburban Manila on April 27, 2022. (Photo by Ted ALJIBE / AFP) (Photo by TED ALJIBE/AFP via Getty Images)
Chico Aura Dwi Wardoyo. Foto: AFP via Getty Images/TED ALJIBE
Jakarta -

Di saat kritik menerpa sektor tunggal putra Indonesia, ada Chico Aura Dwi Wardoyo yang berhasil muncul menggondol gelar juara.

Tunggal putra RI memang sempat menjadi sorotan tajam para legenda setelah para pemainnya kerap kalah di turnamen-turnamen bulutangkis yang berlangsung beberapa bulan belakangan.

Sorotan secara khusus mengarah ke dua tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, yang berperingkat paling oke di antara rekan-rekannya. Tapi mereka justru beberapa kali kandas usai digadang-gadang juara.

Ginting dan Jojo adalah pemain top 10 dunia. Pengalaman mereka di turnamen-turnamen super series juga cukup banyak. Ginting pernah menjadi juara Indonesia Masters 2018 dan 2020, China Open 2018, sementara Jonatan selain langganan juara di multievent, dia juga beberapa kali merebut gelar juara di Australia Open dan New Zealand 2019.

Dalam sebuah kritiknya, legenda bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat sampai menyebut bahwa tunggal putra Indonesia masih jauh dari level tertinggi. Ambil contoh, Anthony yang kini merupakan tunggal putra terbaik bisa ditaklukkan Viktor Axelsen dengan mudah. Hal itu itu diungkapkan Taufik saat jadi bintang tamu di Podcast The Badminton Experience milik duo pebulutangkis asal Denmark, Anders Antonsen dan Hans-Kristian Solberg Vittinghus.

Tahun ini Jonatan sejatinya menjadi juara di Swiss Open 2022. Mengingat levelnya 300, gelar itu rupanya belum sepenuhnya memuaskan. Sebab, untuk level Jonatan seharusnya sudah menjadi juara untuk turnamen super 1000.

Chico Aura Dwi Wardoyo sebagai Oasis

Di tengah sorotan tajam kepada redupnya prestasi para tunggal putra Indonesia, paling tidak ada Chico yang hadir bagaikan oasis. Ia menjadi juara Malaysia Masters 2022, turnamen BWF level 500, yang berakhir Minggu (10/7).

Berangkat dari babak kualifikasi, Chico berhasil menunjukkan konsistensinya dengan menyegel gelar juara usai mengalahkan Ng Ka Long Angus (Hong Kong) di partai final dua gim langsung 22-20, 21-15.

Gelar itu bisa sedikit menjawab keraguan publik terkait prestasi tunggal putra, yang dianggap tengah merosot sepeninggal pelatih kepala tunggal putra Hendry Saputra.

Seperti diketahui, tunggal putra kini dipegang Irwansyah. Belum ada pengumuman terkait penambahan pelatih baru, minimal untuk mendampingi Irwansyah sebagai pelatih tunggal putra yang berisikan sembilan pemain utama.

Selain gelar pertama di BWF World Tour Super 500, Chico juga mencetak sejarah dengan menjadi pebulutangkis Papua pertama yang meraih gelar juara di ajang bulutangkis internasional. Chico mempersembahkan gelar ini untuk semua pihak yang sudah mendukungnya.

"Gelar ini mau saya persembahkan untuk orang tua, mama, papa, kakak dan adik. Semua keluarga. PBSI juga pastinya. Terima kasih untuk coach Irwansyah, Koh Jonatan (Christie), Aa Ginting (Anthony Sinisuka), Mas Vito (Shesar Hiren), dan semua tim tunggal putra," kata Chico Aura Dwi Wardoyo.

(mcy/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT