ADVERTISEMENT

Hendra/Ahsan Kejar Gelar Juara Dunia ke-11 Ganda Putra Indonesia

Mercy Raya - Sport
Minggu, 28 Agu 2022 12:44 WIB
TOKYO, JAPAN - AUGUST 27: Mohammad Ahsan (R) and Hendra Setiawan of Indonesia celebrate the victory in the Mens Doubles Semi Finals match against Fajar Alfian and Muhammad Rian Ardianto of Indonesia on day six of the BWF World Championships at Tokyo Metropolitan Gymnasium on August 27, 2022 in Tokyo, Japan. (Photo by Shi Tang/Getty Images)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengejar gelar juara dunia kesebelas bagi ganda putra Indonesia. (Foto: Getty Images/Shi Tang)
Jakarta -

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan akan menuntaskan duel terakhirnya di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Jika berhasil, ini akan menjadi gelar kesebelas bagi ganda putra Indonesia.

Tampil sebagai finalis di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, Minggu (28/8/2022), The Daddies akan menjumpai pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Duel ini akan menjadi pertemuan kesebelas mereka sejak pertama kali bertemu di Malaysia International Challenge pada 2018 silam. Saat itu, Hendra/Ahsan menunjukkan dominasinya dengan menang 21-17, 17-21, 21-19.

Setelah itu, mereka menang hingga tiga pertemuan berikutnya. Dominasi juara dunia tiga kali itu (2013, 2015, 2019) dipatahkan pertama kali pada saat China Open 2019. Hendra/Ahsan kalah 13-21, 20-22.

Tapi kemudian Hendra/Ahsan berhasil revans di BWF World Tour Finals 2019, dan menang lagi pada dua pertemuan berikutnya. Baru lah, Aaron/Soh kembali membalaskan kekalahan sebelumnya dari Hendra/Ashsan dengan memenangkan dua duel terakhir di Olimpiade Tokyo dan Malaysia Open.

Jika Hendra/Ahsan berhasil revans, maka gelar ini tak hanya bermakna bagi Indonesia setelah hanya satu wakil yang berhasil mencapai target, dari semula dicanangkan dua buah gelar. Tapi merupakan gelar juara dunia kesebelas bagi ganda putra Indonesia.

Sebelumnya, ganda putra RI sudah mengoleksi sepuluh tinta emas. Gelar pertama diraih Tjun Tjun/Johan Wahjudi di Kejuaraan Dunia 1977. Kemudian pada edisi berikutnya 1980, gelar disumbangkan Ade Chandra/Christian Hadinata.

Indonesia sempat puasa gelar dari nomor ganda putra dalam lima edisi (1983, 1985, 1987, 1989, 1991), tapi pasangan Rexy Mainaky/Ricky Subagdja berhasil mengakhirinya dengan menjadi juara pada 1993. Mereka juga berhasil mempertahankan gelar tersebut pada dua tahun berikutnya atau Kejuaraan Dunia 1995.

Dominasi ganda putra Indonesia terus berlanjut pada Chandra Wijaya/Sigit Budiarto yang berhasil meraih gelar pada 1997. Kemudian pada 2001, gelar juga diraih Halim Haryanto/Tony Gunawan, dan kembali tanpa gelar dari ganda putra dalam empat edisi berikutnya. Hendra Setiawan/Markis Kido hadir dan menjadi oase bagi kekosongan gelar ganda putra. Mereka merebutnya pada Kejuaraan Dunia 2007.

Sedangkan tiga gelar lainnya kembali dipersembahkan Hendra Setiawan, tapi bersama pasangan barunya Mohammad Ahsan. Mereka meraih gelar tersebut pada 2013, 2015, dan terakhir kali 2019 di Basel, Swiss.



Simak Video "The Daddies Gagal ke Final, Netizen Beri Semangat Raih Perunggu"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT