ADVERTISEMENT

PBSI Tunggu Surat Pengunduran Resmi Febby Valencia

Mercy Raya - Sport
Rabu, 14 Sep 2022 19:32 WIB
Febby Valencia Dwijayanti Gani/Ribka Sugiarto gagal melaju ke semifinal Indonesia Masters 2022. Mereka kalah dari Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong 16-21 dan 21-18.
Febby Valencia Dwijayanti Gani ditunggu PBSI mengajukan surat pengunduran diri. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

PBSI menunggu surat pengunduran resmi Febby Valencia Dwijayanti Gani dari Pengprov PBSI Jawa Tengah. Febby disebut bakal meneruskan pendidikan di Kota Semarang.

Kabar Febby tidak lagi menjadi bagian dari Pelatnas PBSI muncul pertama kali saat tak lagi mendampingi Ribka Sugiarto di Japan Open 2022. Kala itu, rilis resmi induk federasi bulutangkis nasional itu menyebut Febby masih mengalami cedera sehingga tak memungkinkan turun di turnamen BWF Super 750 tersebut.

Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, membenarkan Febby telah mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI, Cipayung. Namun, secara administrasi belum dipenuhi oleh Pengprov PBSI Jawa Tengah, daerah Febby bernaung.

"Febby secara pribadi memang sudah mengajukan pengunduran diri dari pelatnas PBSI Cipayung tapi secara administrasi masih menunggu surat resmi dari Pengprov PBSI Jawa Tengah, dimana Febby bernaung," tegas Rionny dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin ketika dihubungi terpisah membenarkan atletnya telah menyatakan keluar dari Pelatnas PBSI. Mereka bahkan sudah memberikan sejumlah opsi kepada Febby agar dapat memutuskan dengan matang.

"Sudah, sudah tahu. Dia (Febby Valencia) memang mau sekolah, kuliah antara di Semarang, Solo, atau Yogyakarta. Kami baru tahu dua tiga minggu lalu," kata Yoppy kepada detikSport, Rabu (14/9/2022).

"Ya, kami selalu memberikan opsi kan. Opsinya banyak, 'Kamu mau berhenti dari badminton apakah sudah dipikirkan matang? Apa tidak eman-eman, karena ini sudah di tingkat elite, masuk Pelatnas. Jika mundur dari badminton, apakah tidak eman-eman, dipikirkan matang, dan sebagainya. Tapi tetap pada kesimpulan itu," Yoppy menjelaskan.

"Ya, kami (berikan) opsi lainnya seperti mau main di klub? Tidak. Main di luar negeri? Dia ragu-ragu. Mau kerja, bisnis sendiri, di sini banyak sekali. Tinggal dia berpikir, apakah jadi pelatih atau sparring partner, tapi terakhir kasih tahunya sekolah pakai jalur prestasi."

"Ya, kami bantu pakai jalur tersebut. Tapi sekolahnya sudah tutup, harus menunggu setahun. Nah, menunggu waktu itu mau ngapain? Tak bisa bengong di rumah, apakah mau main dulu sampai setahun. Nah, ini dia yang belum jawab," kata Yoppy.

Yoppy menambahkan sebenarnya sejak ia memutuskan keluar dari Pelatnas, ia sudah membantu dengan menjadi sparring partner. Tapi kondisi itu tak bisa diterapkan terus menerus.

"Jika jadi sparring tapi hatinya setengah-setengah, enggak efektif juga. Kalau dari saya lebih baik melanjutkan karier sebagai pemain. Tapi hati anaknya sudah tidak mau di sana bagaimana? Kalau modal yang dia punya sekarang kan itu, dia bisa bermain," kata Yoppy.

"Jika di sini (dalam negeri) tak bisa bermain, ya ke luar negeri. Jadi sparring partner, asisten pelatih, ya kami membuka sudut pandang Febby secara luas," dia mempertegas.

Tonton juga Video: PBSI Konfirmasi 3 Ganda Indonesia Absen di Malaysia Open 2022

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT