PB Djarum Gelar Audisi Umum, Ribuan Atlet Berebut Beasiswa

ADVERTISEMENT

PB Djarum Gelar Audisi Umum, Ribuan Atlet Berebut Beasiswa

Mercy Raya - Sport
Rabu, 19 Okt 2022 03:45 WIB
Audisi PB Djarum
Audisi PB Djarum 2022 dimulai di Kudus pekan ini (dok.PB Djarum)
Kudus -

Lebih dari 2.000-an atlet bakal mengikuti audisi umum yang digelar oleh PB Djarum. Ajang pencarian penerus juara itu pun dimulai Rabu (19/10/2022).

Rangkaian audisi akan diselenggarakan di GOR Djarum Jati, Kudus yang selesai, Minggu (23/10/2022). Saat ini tercatat ada 2.334 pebulutangkis yang terdaftar hingga Selasa (18/10) pukul 12.00 WIB.

Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan mengatakan audisi umum ini merupakan pijakan awal dalam proses pembinaan secara komprehensif yang akan dilakukan oleh PB.

"Seperti yang selalu kami kampanyekan bahwa ekosistem bulutangkis perlu terus dikembangkan, salah satunya melalui pembinaan atlet usia dini. Ini lah yang menjadi alasan mengapa seleksi melalui audisi umum menjadi penting untuk terus diselenggarakan," kata Yoppy dalam keterangan tertulis yang diterima detikSport.

"Karena melahirkan para juara itu merupakan proses dari sebuah investasi jangka panjang yang harus dimulai sejak para atlet berusia dini," ujarnya.

Sehubungan itu, Yoppy juga sekaligus menegaskan bahwa audisi kali ini juga sebagai jawaban para orang tua yang ingin anaknya memiliki kesempatan bergabung dengan PB Djarum. Terlebih, selama dua tahun audisi absen digelar karena pandemi COVID-19.

Untuk itu, Yoppy pun berharap para pebulutangkis muda dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan menampilkan kemampuan terbaiknya di lapangan. Sebab, atlet yang terpilih adalah pebulutangkis yang memiliki daya juang tinggi.

Sementara itu, ketua tim pencari bakat audisi umum Sigit Budiarto berharap pihaknya bisa mendapatkan atlet berkarakter yang memiliki bakat dan skill mumpuni dan semangat serta mental sebagai calon juara.

Apalagi tahapan screening audisi kali ini diperketat. Selain para pebulutangkis harus melewati dua tahapan screening, juga akan dilanjutkan pada tahap turnamen yang dimulai 21-23 Oktober. Sebelum kemudian mereka akan masuk tahap karantina.

Proses seleksi pada tahap karantina ini juga berbeda dari audisi sebelumnya yang semula hanya satu pekan, kini menjadi tiga pekan. Selama itu pula, para calon akan dinilai dari tiga aspek yakni fisik, kesehatan, dan psikotes.

Koordinator atlet putra tim pencari bakat, Fung Permadi, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, kriteria yang ditetapkan untuk para atlet di antaranya atlet yang sudah memiliki teknik bermain cukup baik, pantang menyerah, dan kepandaian saat bertanding di lapangan.

"Ditambah feeling dalam pukulan-pukulan. Karena untuk membina seorang atlet, kualitas untuk menjadi seorang atlet dunia harus komplet dan tidak memiliki suatu kelemahan yang menonjol," kata Fung.

"Tapi untuk atlet usia dini kan perkembangan dan pembinaan waktunya masih panjang di karantina. Nanti kita lihat bagaimana konsistennya dalam berlatih dan menjaga semangatnya," Fung menambahkan.

(mcy/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT