Menanti Kejutan Berikutnya

Australia Terbuka 2007

Menanti Kejutan Berikutnya

- Sport
Senin, 15 Jan 2007 07:57 WIB
Menanti Kejutan Berikutnya
Jakarta - Seri Grand Slam Australia Terbuka akan dimulai, Senin (15/1/2007) ini. Sebanyak 97 petenis papan atas pria dan 94 petenis teratas wanita akan memperebutkan total hadiah US$ 22 juta.Nama Roger Federer tetap menjadi pusat perhatian dalam gelaran yang tahun ini genap berusia 39 tahun itu. Bukan hanya statusnya sebagai juara bertahan, keperkasaannya di jagad tenis dunia sepanjang 2006 lalu membuatnya tetap menjadi favorit utama sekaligus sasaran tembak petenis lainnya.Apalagi petenis Swis itu punya catatan fantastis di seri Grand Slam dengan minimal lolos ke babak semifinal dalam 10 Grand Slam terakhir (sejak Wimbledon 2004). Bahkan di enam Grand Slam terakhirnya Federer mampu menembus Final dan lima diantaranya menjadi juara.Di belakang Federer msih berdiri Rafael Nadal. Meski musim lalu ia urung tampil, tapi posisi dua dunia yang diraih petenis Spanyol itu plus keberhasilan menembus final Wimbledon dan menjadi juara Di Prancis Terbuka 2006 lalu membuktikan kehebatan petenis 20 tahun itu. Apalagi ia juga disebut sebagai petenis yang paling mampu menandingi Federer.Beberapa nama lain yang diyakini punya potensi menjegal dua petenis teratas itu adalah duo Amerika Serikat James Blake dan Andy Roddick yang cukup konsisten sepanjang 2006 lalu. Dua hari lalu Blake malah berhasil menjuarai Sydney International setelah menundukkan Carlos Moya, sementara Roddick menundukkan Federer di Kooyong Classis di hari yang sama.Jangan juga mengecilkan petenis-petenis lain semisal Nikolay Davydenko, David Nalbandian, jagoan lokal Lleyton Hewitt, Mario Ancic, Andy Murray, dan petenis veteran Carlos Moya.Ingat, Australia terbuka dua tahun terakhir selalu menghadirkan kejutan. Marat Safin memulainya tahun 2005. Setelah menundukkan Federer di semifinal, di partai puncak gantian petenis andalah tuan rumah Lleyton Hewitt ia buat tak berdaya. Musim lalu kejutan itu datang dari petenis asal Siprus bernama Marcos Baghdatis yang berhasil melangkah ke final walau akhirnya ditumbangkan Federer.Tak adanya Justine Henin-Hardenne yang merupakan petenis puteri nomor satu dunia tak membuat Australia Terbuka kehilangan greget. Dipimpin Maria Sharaopva, rombongan petenis Russia akan berusaha meneruskan dominasi mereka setahun terakhir dan mencuri gelar juara dari Amelie Mauresmo.Jangan lupakan juga peraih tiga gelar juara, Martina Hingis. Walau sejak kembalinya ke tenis pro setahun lalu, Hingis belum menunjukkan penampilan prima, namun petenis Swis itu dianggap masih punya potensi untuk merebut gelar Grand Slam-nya yang keenam.Cepatnya regenerasi di nomor wanita membuat petenis-petenis muda usia tak boleh dipandang sebelah mata. Mengingat Sharapova merebut gelar Grand Slam pertamanya di usia 17 tahun saat secara mengejutkan menundukkan Serena Williams, maka nama-nama seperti Nicole Vaidisova, Ana Ivanovic dan Sania Mirza sangat mungkin menorehkan sejarah baru di Melbourne.Siapa yang bakal menjadi juara dan akankah muncul Baghdatis-Baghdatis lain dalam gelaran tahun ini memang baru akan diketahui dua minggu dari sekarang. Sampai saat itu tiba ikutilah terus perkembangannya. (din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads