Australia Terbuka
Sekalian Jadi Juara, Serena?
Jumat, 26 Jan 2007 14:39 WIB
Jakarta - Sudah dua tahun isi lemari piala Serena Williams tak bertambah. Berhubung punya sejarah bagus di final Australia terbuka, petenis Amerika serikat itu (harusnya) bisa sekalian menjadi juara.Meski sempat menguasai jagad tenis wanita, namun keberhasilan Serena Williams melangkah ke final Australia Terbuka tetaplah sebuah kejutan besar. Dengan hanya duduk di peringkat 81 WTA, Serena memang tak masuk daftar unggulan tahun ini.Dibanding petenis top lain bisa dipastikan tak banyak yang memfavoritkan Serena. Fakta bahwa ia cuma bertanding 16 kali sepanjang 2006 lalu makin menghilangkan juara Grand Slam tujuh kali itu dari kandidat juara. "Saya tak yakin kalau ada orang yang bisa mengira saya bakal bisa sejauh ini, kecuali saya sendiri dan ibu saya," sahut Serena setelah memastikan melangkah ke final.Tapi petenis 25 tahun itu membuktikan kalau jumlah penampilannya tahun lalu hanyalah angka yang tak berpengaruh di atas lapangan. Lihat saja deretan petenis unggulan yang ia singkirkan untuk melangkah ke final, mulai dari Mara Santangelo (unggulan 27), Nadia Petrova (5), bintang muda Serbia, Serbian Jelena Jankovic (11), Shahar Peer (16) sampai Nicole Vaidisova (10).Tinggallah Maria Sharapova sang unggulan pertama berdiri menghadang di jalan menuju juara. Jelas dara Rusia itu tak bisa disamakan dengan petenis-petenis yang sudah dikalahkan di babak sebelumnya. Dengan usianya yang baru 19 tahun, Sharapova bisa dibilang merupakan pemimpin ekspansi petenis Rusia di kancah internasional. Tahun lalu saja ia mampu mengumpulkan lima gelar juara termasuk gelar juara Amerika Serikat Terbuka.Dua tahun ke belakang Serena memang lebih banyak absen lantaran cedera, namun akan menjadi kesalahan fatal kalau itu dijadikan alasan untuk tak mengunggulkannya atas Sharapova dalam partai final yang bakal dilangsungkan Sabtu (27/1/2007) pagi WIB.Sejak memulai karir tenis profesionalnya di akhir 1990-an Serena baru dua kali sampai final Australia Terbuka. Tapi semuanya ia tuntaskan dengan sangat baik dan pulang sebagai juara.Buat Sharapova ini adalah final Australia pertamanya. Dua tahun terakhir ia hanya mampu sampai semifinal, bahkan di tahun 2005 Serena-lah yang menghentikan perjuangannya.Sementara soal pertemuan mereka di final Grand Slam, Sharapova memang sempat menundukkan Serena di final Wimbledon 2004. Namun setahun berselang di Amerika Serikat terbuka, gantian Serena yang keluar sebagai juara. Total keduanya sudah bertemu empat kali dengan kedudukan sama kuat 2-2.Terlepas dari itu semua, apapun hasil partai final nanti kedua petenis akan menorehkan sejarah baru. Sharapova bisa menjadi petenis Rusia pertama yang menjuarai Australia Terbuka, sementara Williams memecahkan rekor yang bertahan sejak 1978 sebagai petenis non-unggulan yang mampu menjadi pemenang. (din/krs)











































