Federer=Sebotol Anggur Merah

Federer=Sebotol Anggur Merah

- Sport
Selasa, 30 Jan 2007 16:02 WIB
Federer=Sebotol Anggur Merah
Sydney - Petenis Roger Federer sangat dominan dan belakangan ini seperti tak bisa dikalahkan. Tetapi itu belum maksimal, karena dirinya laksana sebotol anggur merah. Kok anggur merah?Sebagai petenis nomor satu dunia, Federer menjulang kokoh di atas pesaingnya. Bandingkan saja perolehan poinnya yang 8120 di urutan satu dengan urutan dua, Rafael Nadal, yang hanya memiliki 4775 poin, hampir setengahnya!Tidak hanya itu, lihatlah performa pria 25 tahun itu di lapangan tenis. Yang paling gres adalah bagaimana dia meraih Grand Slam ke-10nya dengan menjuarai Australia Terbuka 2007, tanpa kehilangan satu set pun. Siapapun yang melihat penampilan petenis Swiss itu pasti setuju kalau dia adalah petenis pria paling mumpuni saat ini. Tapi tunggu dulu, Federer bahkan baru saja mulai. Puncak penampilan? Tentu saja belum."Roger itu bagaikan sebotol anggur merah, akan bertambah baik seiring dengan bertambahnya usia. Permainannya akan matang dan berada di puncak kebugaran saat umur 26, 27, 28. Saat itu dia akan jadi pemain yang lebih baik dari sekarang" ujar pelatih Federer, Tony Roche seperti dilansir Guardian, Selasa (30/1/2007).Walaupun Roche adalah pelatihnya, namun jangan kira ucapan itu hanya sekedar basa-basi. Dengan reputasi sebagai salah satu legenda tenis Australia, Roche tidak akan asal ucap, apalagi cuma untuk memuji anak didiknya. Lagipula faktanya jelas, saat ini Federer melaju dengan cepat mendekati rekor 14 titel Grand Slam yang dipegang Pete Sampras. "Adalah tantangan bagi siapapun yang ingin mencoba menghentikan dia. Tetapi ingat, mereka (lawan Federer -red) akan bertanding dengan seseorang yang sangat mungkin jadi calon petenis terbaik sepanjang sejarah," imbuh Roche.Belum pernah jadi juara di Prancis Terbuka akan membuat turnamen itu jadi target Federer. Tetapi selain menjuarai turnamen itu dan melebihi rekor Sampras, ada "proyek" lain, yaitu menjuarai empat Grand Slam dalam satu tahun. Sepanjang sejarah, hanya ada lima orang yang bisa memenangkan keempatnya. Meski begitu hanya dua, Don Budge (1938) dan Rod Laver (1962, 1968), yang mampu meraihnya dalam kurun waktu satu tahun."Grand Slam adalah yang utama. Saya selalu berpikir mustahil meraih semuanya setelah yang dilakukan Laver -- tapi itu sebelum saya bertemu Roger," pungkas Roche.Kalau mau lebih ambisius, ada satu lagi rekor yang bisa jadi target Federer, yaitu rekor Steffi Graf yang sudah meraih 22 gelar Grand Slam. Raihan itu adalah yang terbanyak diraih petenis, pria maupun wanita.Kalau memang seperti sebotol anggur merah, mestinya (nanti) bisa Fed-Ex! (krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads